Akademisi FIK UI Latih Remaja di Rumah Yatim Jadi Duta COVID-19

0
24

www.depoktren.com–Sivitas akademika Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia (FIK UI) yang diketuai oleh *Agus Setiawan, S.Kp., MN, DN (Dekan FIK UI)* melatih para remaja sebagai Duta COVID-19 di Aula Rumah Yatim Ceria Seribu Pulau, Bekasi. Kegiatan yang berlangsung pada 4 Oktober 2020 tersebut merupakan bagian pengabdian masyarakat (pengmas) yang dijalankan oleh Agus Setiawan dan tim, yang terdiri dari dosen dan mahasiswa magister FIK UI.

Pelatihan Duta COVID-19 ini melibatkan 30 orang remaja dan pemuda yang telah diukur kemampuannya melalui pre-test dan dimintai kesediaannya untuk mendapatkan pelatihan guna menjadi Duta COVID-19 di lingkungan Rumah Yatim Ceria Seribu Pulau. Pelatihan ini turut menerapkan protokol kesehatan pencegahan penularan COVID-19 berupa pengukuran suhu tubuh, menggunakan masker, mencuci tangan sebelum acara dimulai, dan menjaga jarak satu sama lainnya.

Menurut Agus Setiawan, melalui pelatihan Duta COVID-19, kami berharap tercipta keberlanjutan program meskipun kegiatan pengmas kami telah selesai. Kami ingin para remaja juga terlibat dan berperan aktif untuk mengedukasi dan menjadi contoh bagi teman sebayanya.

“Kami akan memantau terus aksi para Duta COVID-19 dan akan memberikan penghargaan sebagai reward bagi mereka yang menjalankan tugasnya dengan baik,” ujar Agus dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Kamis (29/10/2020).

Ners Ayuni Rizka selaku pemateri dalam pelatihan Duta COVID-19, menambahkan, pelatihan ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan memberikan bekal kemampuan dalam mencegah dan mengurangi terjadinya penyebaran COVID-19 di wilayahnya.

“Demi mendukung keberlanjutan program pengabdian masyarakat ini, kami memberikan beberapa lembar balik penyuluhan terkait pencegahan penyebaran COVID-19 dan masker bagi seluruh remaja. Para Duta COVID-19 yang telah ditunjuk cukup antusias dan berkomitmen untuk melanjutkan kampanye hidup sehat mencegah penularan virus ini meskipun pengabdian masyarakat telah selesai,” jelasnya.

Protokol kesehatan yang telah dikampanyekan oleh pemerintah merupakan salah satu komponen yang efektif dan tepat untuk mencegah terjadinya penularan COVID-19 lingkungan sekitar kita.

“Diharapkan usai pelatihan dan rangkaian pengmas ini, para duta COVID-19 dapat menjalankan tugas dan membuat jadwal untuk saling membantu dan mengingatkan teman-temannya agar menerapkan protokol kesehatan dalam beraktivitas sehari-hari, khususnya di dalam rumah yatim,” kata Agus menambahkan.

Pelatihan diawali dengan pemberian informasi dan materi mengenai apa itu virus corona, sejarah ditemukannya, terjadinya penyebaran hingga ke Indonesia, proses penularannya dan cara pencegahan penularannya. Setelah itu dilanjutkan dengan pemaparan materi terkait tata cara memberi penyuluhan. Materi ini disampaikan oleh Ns. Syamikar Baridwan yang berfokus pada hal-hal yang harus diperhatikan dan dipersiapkan dalam komunikasi diantaranya cara, persiapan, metode serta langkah-langkah dalam melakukan penyuluhan kesehatan. Selain itu peserta juga dibekali lembar balik yang bisa digunakan sebagai media penyuluhan kesehatan.

Setelah tim pengmas memaparkan materi terkait COVID-19 dan cara memberi penyuluhan, selanjutnya para peserta pelatihan Duta COVID-19 dibagi menjadi enam kelompok kecil untuk latihan bersama memberikan penyuluhan ke teman-teman kelompoknya masing-masing. Kemudian, tim pengmas menilai dan memberi masukan ke setiap kelompok. Di akhir kegiatan setiap perwakilan kelompok maju ke atas untuk memberikan penyuluhan di depan peserta yang lain. (Siska Thresia)

 24 total views

LEAVE A REPLY