Depok Gagal Gegara Idris Tak Kreatif dan Inovatif

0
188

www.depoktren.com–Seorang wali kota harus menjadi motor penggerak pembangunan di sebuah kota. Jika wali kotanya kreatif dan inovatif penuh gagasan serta mampu menjalin komunikasi yang baik dengan pemerintah propinsi dan pemerintah pusat, tentu kota itu akan maju dan berkembang.

“Depok gagal karena Wali Kota Mohammad Idris tak kreatif, tak inovatif dan tak mampu menjalin komunikasi dengan baik ke berbagai pihak,” ujar anggota DPRD Propoinsi Jawa Barat (Jabar), Hasbullah Rahmad di Kota Depok, Sabtu (31/10/2020).

Menurut Hasbullah, Kota Depok yang seharusnya bisa berkembang pesat lantaran bersebelahan dengan ibu kota negara Jakata, tapi justru menjadi kota yang stagnan. Berbeda dengan kota-kota penyanggah lainnya seperti Bekasi dan Tangsel yang justru pembangunannya berjalan pesat.

“Tidak ada pembangunan infrastruktur yang siginifikan selama 5 tahun di pimpin Idris. Hanya pembangunan-pembangunan mall dan apartemen saja yang tampak. Ini bahkan sudah berlangsung selama 15 tahun,” ungkapnya.

Masalah yang ada di Kota Depok itu sangat krusial, seperti soal jalan macet dan banjir. Belum lagi soal sampah, kenakalan remaja dan persoalan lainnya.

“Soal jalan-jalan di Kota Depok, itu ada jalan nasional dan jalan propinsi. Jalan raya Sawangan, Dewi Sartika, jalan raya Bogor dan beberapa jalan lainnya yang kerap macet itu untuk pembangunan dan pelebarannya pemkot Depok tidak bisa sendiri. Pelebaran jalan maupun pembangunan fly over seperti di jalan Dewi Sartika harus melibatkan pemerintah propinsi dan pusat,” jelas Hasbullah.

Lanjut Hasbullah, kalau hanya mengandalkan APBD Kota Depok tidak akan cukup. Jadi harus mengajukan dana bantuan hibah dari propinsi dan pusat.

“Ini yang tidak dilakukan Idris. Selama ini tidak pernah diajukan ke propinsi. Padahal dana itu ada di propinsi. Pengajuan dana dari propinsi itu harus wali kotanya langsung. Jadi kalau mau mengatasi kemacetan dengan pelebaran jalan, harus libatkan propinsi dan pusat,” terangnya.

Lebih jauh Hasbullah mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok harus terus intensif mengupayakan anggaran pembangunan jalan arteri di sepanjang ruas jalan tol yang melintasi Kota Depok, agar bisa membantu dan memudahkan mobilisasi masyarakat kelas menengah bawah. Artinya, Pemkot Depok harus kreativitas dalam melihat potensi kota dan segala persoalannya. “Ini soal kebuntuan komunikasi antara Pemkot Depok dengan Pemprov Jabar yang sudah berlangsung 15 tahun ini,” tegasnya.

Untuk itu, Hasbullah berharap pemimpin baru di Kota Depok yakni paslon Pradi-Afifah. “Pradi memiliki kemampuan komunikasi dan loby yang baik. Dia juga orang yang kreatif dan inovatif. Ia bisa diterima semua golongan. Apalagi di dukung koalisi partai-partai. Tentu akan mudah mengajukan bantuan ke Pemprov Jabar dan Pemerintah Pusat untuk pembangunan Kota Depok,” pungkasnya. (Papi Ipul/Rus)

 189 total views

LEAVE A REPLY