Jawara Depok Berikan Tips Kelola Keuangan UMKM

0
45

www.depoktren.com–Jaringan Wirausaha (Jawara) Depok mengadakan acara webinar kepada puluhan pengusaha usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) bertema Tips Mengelola Keuangan Sederhana Bagi UMKM.

“Jawara Depok berusaha memberikan ilmu mengenai pengelolaan keuangan untuk membantu pengusaha UMKM mengembangkan usahanya,” ujar Ketua Jawara Depok, Ubay Walisoto di Kota Depok, Rabu (4/11/2020).

Dia berharap kegiatan webinar mengenai tema pengelolaan keuangan untuk pengusaha UMKM ini dapat membantu meningkatkan literasi dalam mengelola keuangan. Diharapkan semakin banyak lagi pengusaha UMKM yang sadar akan pentingnya melakukan pengelolaan keuangan untuk meningkatkan bisnis mereka.

“Materi pengelolaan keuangan seringkali dihindari pengusaha UMKM, padahal ini sangat penting. Semoga materi ini semakin menambah literasi kita dalam mengelola keuangan dan bisnis kita makin bertumbuh. Ke depan kegiatan-kegiatan ini masih cukup banyak, diharapkan semakin banyak pula pengusaha UMKM di Depok yang dapat bergabung di sini,” harap Ubay.

Jawara Depok merupakan komunitas untuk memajukan UKM Depok yang mempertemukan pelaku UMKM dengan pelaku profesional. “Jawara Depok rutin memberikan program-program yang dapat meningkatkan potensi usaha di masa depan serta memperluas jaringan pemasaran produk pelaku UMKM Indonesia khususnya di Depok. Seperti Mentoring, Forum, dan kegiatan-kegiatan online dan offline untuk meningkatkan dan mengembangkan potensi usaha,” terang Ubay.

Pada acara webinar ini, Jawara Depok mengundang Galih Pandekar, Dosen Departemen Manajemen FEB Universitas Indonesia sekaligus CEO Bimbel Lavender dan Owner Arem Arem Mie Aremie Hj. Rully.

Galih menjelaskan sekaligus mengingatkan kepada pengusaha UMKM untuk bisa mengelola keuangan, bukan hanya mencari tetapi juga menyimpan, menahan, dan mengembangkan uang.

“Waktu kecil kita hanya diajarkan cara mencari uang. Padahal juga harus paham bagaimana menyimpan uang, menahan uang, dan menumbuhkembangkan uang. Teman-teman pengusaha UMKM rata-rata sudah bisa mencari uang, namun yang susah adalah bagaimana menyimpan, menahan, dan menumbuhkembangkan uang,” jelas Galih.

Menurut Galih, menyimpan uang perlu dicermati karena bila salah menyimpan, uang bisa hilang. Adapun penyimpanan uang bisa dilakukan di beberapa tempat seperti tabungan/rekening bank, deposito, instrument investasi seperti pasar modal dan reksadana, emas, tanah atau properti, hingga lembaga keuangan non-bank, serta tidak lupa bersedekah atau wakaf.

Sedangkan menahan uang berfungsi untuk menjaga arus kas, agar uang tetap dipegang selama mungkin oleh pengusaha UMKM. Terakhir, pengusaha UMKM perlu menumbuhkembangkan uang dengan memperhatikan secara cermat melihat bisnis yang bagus dan memahami instrument investasi.

“Dalam mengelola keuangan perlu dicatat dua rumus. Rumus pertama, ‘uang masuk harus lebih banyak dari uang keluar’. Rumus kedua, ‘uang masuk harus lebih cepat dari uang keluar’. Seringkali pengusaha UMKM lupa dengan rumus yang kedua bahkan tidak dihitung secara cermat setiap pengeluaran yang ada. Uang masuk harus diberi karpet merah dengan menerima berbagai sistem pembayaran, tapi uang keluar harus ‘pamit’ dan harus benar-benar dipikirkan,” papar Galih.

Galih juga menyarankan agar wirausaha perlu mulai mencatat angka-angka penting serta mengukur kinerja bisnis. Selain itu memberi perhatian pada biaya-biaya yang muncul, bahkan tidak meremehkan biaya sekecil apapun.

“Perlu kecerdasan finansial dalam mengelola bisnis. Seperti mulai mencatat angka-angka penting pada bisnis seperti omset, transaksi, profit, cash in-cash out, serta mengukur kinerja bisnis dengan membandingkan angka-angka penting bisnis UMKM. Penting bagi pengusaha UMKM untuk mulai mencatat dan menghitung secara cermat. Gunakan alat ukur utama yaitu cash,” pungkasnya. (Anandya Pradipta)

 45 total views

LEAVE A REPLY