Pemberitaan Mistis dan Sensasi Koran Kuning

0
279

Dalam dunia pers, media-media yang secara gamblang dan sensisional, terutama menyajikan berita hal-hal yang berbau pornografi dan mistis itu dikenal dengan Istilah jurnalisme kuning atau yellow journalism atau koran kuning. Istilah ini berasal dari nama tokoh komik berwarna Hogan’s Alley yang muncul dalam suratkabar Sunday World. Richard F. Outcault.

Koran kuning cukup meriah di kenal di Inggris, sebut saja seperti yang ada pada era 1960-an yakni koran mingguan News of The World dan salah satu pelopor koran kuning yang masih stabil dengan gayanya adalah The Sun, milik raja media, Rupert Murdoch.

Kalau di Indonesia yang pernah populer di era 80-an yakni Wahana Mistis, Tabloid Dunia Gaib, Tabloid Posmo, Tabloid Sex dan Mistis dan yang terakhir gulung tikar yakni Majalah Misteri.

Dulu, media-media cukup laris manis di beli karena dikaitkan juga dengan Sumbangan Dana Sosial Berhadiah (SDSB) yang dikeluarkan Depatemen Sosial (Depsos) waktu itu. Pemerintah kemudian memberhentikan SDSB pada 1993 setelah di demo besar-besaran oleh umat muslim. Namun, media-media mistis tersebut masih tetap bertahan karena secara ilegal beredar judi Togel, walaupun lambat laun redup dan mati tergilas zaman digital.

Pada era 80-an hingga 90-an, orang-orang yang membawa media-media mistis dan porno di genggam tangannya dianggap tidak intelek. Tapi, tak kala kita melihat ada cowok berambut gondrong menggenggam koran Kompas, Republika dan Koran Tempo, wih keren, karena salah satu tingkat intelektual seseorang itu apa yang dibacanya

Tentu, tidaklah elok, bumbu dunia mistis di besar-besarkan dalam pertarungan di Pilkada Depok. Berita Ada Aroma Mistis di Pilkada Depok dan dilanjutkan dari pemberitaan media lainnya berjudul Politik Kotor, Jin Yang Menyerang Istri IBH Berasal Dari Bukit Cilamega sangat tidak cerdas disajikan di Kota Depok yang katanya Kota Relijius.

Apalagi, kalau ternyata fakta itu ada tapi sperti ‘dipaksakan’ dijadikan berita untuk mencari sensasi, sangatlah tak pantas dari calon wakil wali kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) yang dibangga-banggakan sebagai lulusan UI itu. Intelektualitasnya patut dipertanyakan.

Tidak ada yg mengejek dan membantah kalau mahluk ghaib itu ada. Tapi, bukan berarti, hal-hal berbau mistis itu mendapat porsi dramatisir yang berlebihan dalam sebuah pemberitaan yang tentu akan berdampak membodohi akan sehat. Tentunya akal sehat di dunia nyata harus lebih dominan daripada dunia mistis.

Saya, tidak masuk ke wilayah lebih jauh dalam perspektif agama, tapi saa memgambil sudut pandang penyajian mistik dalam pemberitaan media.

Dalam teori ilmu komunikasi “Uses and Gratifications Theory” yang digagas oleh Katherine Miller dalam bukunya “Theories Of Media Processing and Effects” dapat diketahui mengapa sebuah media secara berlebihan ‘mengkampanyekan’ mistik dalam porsi yang berlebihan bukan sebagai pengajaran ilmu agama terkadang tidak terlalu baik dalam segi peningkatan pendidikan pembacanya.

Dari hasil penelitian ditemukan fakta bawa, pertama, fenomena ini muncul akibat kondisi krisis manusia modern yang mengutamakan sisi materialitas dan melupakan sisi spiritualitas.

Kedua, pemahaman terhadap mistisisme Islam (tasawuf) yang keliru. Ketiga, masih banyaknya masyarakat Indonesia yang berada di garis kemiskinan dan kebodohan sehingga harus tersingkir dari pertarungan logika nyata di dunia modern.

Penulis:
Rusdy Nurdiansyah
Wartawan Republika
Anggota PWI Depok
Ketua Pembina Depok Media Center (DMC)

 281 total views

LEAVE A REPLY