Depok Gagal, Golkar Tekad Menangkan Pradi-Afifah

0
77

www.depokrren.com–Depok gagal, Partai Golkar Depok semakin bertekad memenangkan pasangan calon (paslon) Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dalam Pilkada Depok yang akan dilaksankan pada 9 Desember 2020.

“Depok gagal, ayo ke TPS, pilih Pradi-Afifah untuk kita bersama benahi Kota Depok yang sudah 15 tahun tidak ada kemajuan,” ujar Ketua Partai Golkar Depok, Farabi A Arafiq ke para wartawan di kantor Media Center Pradi-Afifah, Kamis (19/11/2020).

Salah satu kegagalan yakni sebagai Kota Layak Anak, Kota Depok dinilai gagal. Kegagalan tersebut dikarenakan masih adanya kasus Stunting.

Diketahui bahwa Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.

Farabi yang juga berprofesi sebagai dokter menerangkan bahwa sebagai kota layak anak, seharusnya kasus stunting tidak terjadi.

Atas kasus stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan terus memaksimalkan program penurunan kasus stunting. Salah satunya dengan melakukan program penurunan stunting di 10 lokasi khusus (lokus) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah pusat.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menjelaskan, sebanyak 10 lokus tersebut berada di 10 kelurahan se-Kota Depok. Pada lokasi tersebut akan dilakukan berbagai program pendorong untuk menurunkan kasus stunting.

“Sudah ditetapkan 10 lokus yang akan kami fokuskan tahun depan dalam penurunan kasus stunting,” terang Novarita.

Novarita menuturkan, lokus ditetapkan karena kelurahan tersebut masih ditemukan kasus stunting. Dengan demikian, perlu dilakukan perbaikan dan menjalankan program pendukung.

Adapun lokus tersebut berada di Kelurahan Serua, Pangkalan Jati Baru, Bojongsari, Pasir Putih dan RangkapanJaya. Selanjutnya di Kelurahan Bedahan, Depok, Duren Seribu, Cisalak Pasar dan Mekarjaya.

Untuk program pendukung yang akan dilakukan pada lokus tersebut antara lain, meningkatkan intervensi gizi spesifik dan gizi sensitif, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil dan balita. Serta pemeriksaan ibu hamil secara intens.

Kemudian juga, sambungnya, akan dilakukan pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri dan ibu hamil, dan pemulihan bagi anak gizi kurang.

“Kami juga bakal melakukan peningkatan penyediaan air minum dan sanitasi, peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan. Lalu peningkatan kesadaran dan komitmen untuk ibu dan anak,” pungkas dia. (Udinesse)

 77 total views

LEAVE A REPLY