Debat Publik Pilkada Depok, Pradi Elegan, Afifah Galak, Idris Baper dan Imam Cengengesan

0
506

www.depoktren.com–Pilkada Depok yang akan berlangsung pada 9 Desember 2020 sudah memasuki tahap debat publik dua pasangan calon (paslon) yakni Pradi Supriatna-Afifah Alia (Pradi-Afifah) dan Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam). Tahapan debat paslon akan berlangsung tiga kali yang akan disiarkan langsung tiga stasiun televisi.

Debat Publik pertama berlangusung pada Ahad 22 November 2020 dan disiarkan lanagsung di iNews TV mulai pukul 15.00 – 17.00 WIB. Debat publik kedua pada 30 November 2020 Pukul 19.00-21.00 di Kompas TV dan debat publik ketiga pada 4 Desember 2020 Pukul 19.00-21.00 WIB di TV One.

Nah, dalam debat publik pertama yang disiarkan iNews TV, depoktren.com menganalisa penyampaian materi dan penampilan Pradi, Afifah, Idris dan Imam yang disaksikan dari layar televisi sebagai penonton.

Penampilan Pradi cukup elegan dengan mengenakan batik khas Depok yakni batik Gong Si Bolong. Penyampaian materi cukup tenang, lancar dan disampaikannya tanpa melihat teks, bertutur dan terstruktur membangun narasi pernyataan, pertanyaan dan jawaban serta sangat menguasai masalah yang disampaikan.

Penampilan Afifah di luar dugaan banyak pihak, karena ternyata tampil dengan cukup galak namun tegas dan lugas saat menyampaikan pernyataan, pertanyaan dan jawaban. Afifiah yang tampil dengan busana atasan jas putih, kerudung krem berpadu serasi dengan rok bermotif batik Gong Si Bolong berwarna emas dan hitam cukup memukau penonton.

Idris tampil dengan ciri khas berbaju koko dan selendang merah lumayan menguasai materi namun lebih disibukan dengan menjawab pertanyaan sehingga pernyataan visi misi sebagai calon walikota tidak tersampaikan. Mungkin karena merasa sebagai walikota, idris terlihat gesturnya ‘baper’ tak kala ada kalimat, selama ini bisanya cuma wacana, 15 tahun nggak banyak yang berubah dan Pradi-Afifah akan membawa perubahan.

Idris juga tak sadar setiap menyapaikan pernyataan, pertanyaan dan jawaban, pandangan matanya tidak banyak tertuju ke kamera. Padahal sebenarnya acara debat itu untuk di saksikan penonton.

Imam tampil diluar ekspetasi kebanyakan orang karena dianggap cukup piawai berbicara, apalagi berpengalaman sebagai politisi di PKS. Penampilan Imam cukup banyak dikritik, gestur tubuhnya seperti anak kecil, cengengesan, tubuhnya selalu bergerak dan tangannya tak henti-henti memberi kode. Penyampaian pernyataan, pertayaan dan jawabannya tak begitu dengan lancar di sampaikan, terbata-bata serta kurang fokus dan lebih kerap berkampanye daripada penguasaan materi . Imam telihat sangat ‘demam kamera’. (Papi Ipul)

 427 total views

LEAVE A REPLY