Debat Pilkada Depok, Idris-Imam Banyak Bohongnya

0
112

www.depoktren.com–Anggota DPRD Jawa Barat (Jabar), Waras Wasisto menilai pasangan calon (paslon) Mohammad Idris-Imam Budi Hartono (Idris-Imam) dalam debat publik banyak bohongnya. Penjelasan dan fakta tidak sejalan, diantaranya soal klaim rencana pembangunan flyover Dewi Sartika, Situ Rawa Kalong dan pembangunan madrasah negeri.

“Imam bohong. Jangan mengklaim program Provinsi Jabar berkat usaha dia. Terkait pembangunan flyover Dewi Sartika dan Situ Rawa Kalong, itu bukan usulan Imam. Itu program Gubernur Jabar Ridwan Kamil,” ujar Waras kepada depoktren.com, Senin (23/11/2020).

Dia menambahkan, paslon Idris-Imam juga banyak bohong karena ketidakmampuan membangun madrasah negeri dan sekarang berjanji akan dibangun di setiap kecamatan. “Kemana aja, kemarin-kemaring. PKS sudah berkuasa 15 tahun tapi nggak mampu bangun madrasah negeri. Ini ketidakmampuan kepemimpinan berkomunikasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi serta pemerintah daerah sekitar,” tutur Waras geram.

Menurut Waras, Kota Depok dipimpin PKS merasa jumawa, merasa besar sendiri tidak pernah minta bantuan ke pemerintah pusat, provinsi termasuk juga tetangga sebelah DKI Jakarta, Bekasi, Bogor dan Tangerang Selatan. “Intinya kepemimpinan terlalu sombong,” ucapnya.

Terkait debat publik perdana yang digelar KPU Kota Depok, paslon urut 1 Pradi-Afifah unggul telak dibandingkam pasangan nomor urut 2 Idris-Imam.

“Pertama dalam beberapa aspek yang ditanyakan, soal infrastruktur jelas sekali bahwa 15 tahun ini, Kota Depok tidak melakukan upaya apapun termasuk tidak mempunyai blueprint yang jelas dan tadi jelas dalam debat disampaikan Pradi berarti bahwa usulan-usulan kebaikan yang disampaikan untuk pembangunan jalan baru terusan Jalan Juanda dicoret oleh Idris. Artinya ini menandakan bahwa selama 5 tahun terakhir Pradi sebagai wakil wali kota tidak dilibatkan Idris sebagai wali kota,” ungkap Waras.

Dia mengutarakan, Afifah yang seorang sarjana teknik sipil sangat mengerti bagaimana harus membangun Kota Depok. “Dia sampaikan tadi bahwa dia sadar betul hari ini APBD Kota Depok ini sangat kecil hanya 3,5 triliun sehingga harus digunakan secara efektif dan efisien mungkin dan tepat sasaran. Bagaimana caranya APBD Kota Depok yang kecil ini dalam hal infrastruktur dipakai untuk pembebasan lahan untuk pembangunan dari mana tentu itulah fungsi koordinasi fungsi lobi fungsi inovasi meminta bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi,” jelas Waras. (Papi Ipul)

 112 total views

LEAVE A REPLY