KPU Depok Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada

0
46

www.depoktren.com–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok melaksanakan simulasi pemungutan dan penghitungan suara di Kantor KPU Kota Depok, Sabtu (21/11/2020). Pelaksanaan Pilkada Depok akan berlangsung pada 9 Desember 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 di tempat pemungutan suara (TPS).

Simulasi tersebut dihadiri langsung Anggota KPU Provinsi Jawa Barat, Pjs. Wali Kota Depok yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kessos Kota Depok Sri Utomo, Ketua DPRD Kota Depok H. TM. Yusufsyah Putra, Kapolres Metro Depok Kombes Pol. Azis Andriansyah, Dandim 0508 Depok Kolonel (Inf) Agus Isrok Mikroj, Kajari Kota Depok Sri Kuncoro, S.H., M.Si, Ketua Bawaslu Kota Depok Luli Barlini beserta Ketua dan Seluruh Anggota KPU Kota Depok.

“Kami ingin memberikan pemahaman yang utuh kepada jajaran penyelenggara di bawah utamanya adalah KPPS. Disamping itu untuk memastikan seluruh jajaran kami memahami alur dan mekanisme pemilihan, mengingat Pilkada 2020 dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19,” ujar Ketua KPU Kota Depok Nana Shobarna dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Senin (23/11/2020).

Dia menambhakan, karena mengingat Pilkada ini dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 dengan memberikan pemahaman dan menyosialisasikan penerapan protokol kesehatan di TPS menjadi sangat penting. “Ada hal baru yang akan diterapkan di TPS, kaitannya dengan penerapan protokol kesehatan, di antaranya jumlah pemilih dibatasi maksimal 500/TPS,” terang Nana.

Menurut Nana, seluruh petugas KPPS dan petugas ketertiban akan dilaksanakan rapid test terlebih dahulu sebelum bekerja, surat pemberitahuan memilih akan mengatur jadwal kedatangan pemilih ke TPS, sebelum TPS dibuka dan dimulai akan disemprotkan disinfektan terlebih dahulu dan selalu didisinfeksi secara berkala, area lokasi TPS diatur jarak minimal satu meter.

“Setiap pemilih sebelum masuk TPS akan di cek suhu tubuh dan diperintahkan untuk mencuci tangan terlebih dahulu dan diberikan sarung tangan sekali pakai, pemilih yang tidak menggunakan masker akan diberikan masker serta penggunaan tinta dengan cara diteteskan,” jelasnya.

Lanjut Nana, sebagai penyelenggara tidak bisa bekerja sendiri, sangat membutuhkan kerja sama semua pihak apalagi pilkada tahun ini berbeda dari pilkada sebelumnya, dimana pilkada dalam kondisi pandemik Covid-19.

“Suksesnya Pilkada yang dilaksanakan ini tergantung kepada kita untuk selalu menerapkan protokol kesehatan, selalu menggunakan masker, sering mencuci tangan dan adaptasi kebiasaan baru yang lainnya,” pungkasnya. (Papi Ipul)

 46 total views

LEAVE A REPLY