Afifah Nilai Pembangunan di Depok Selama 15 Tahun Tak Islami

0
149

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok seharusnya menyediakan lahan untuk pembangunan madrasah negeri bukan malah dijadikan alasan kewenangannya ada di Kementerian Agama (Kemenag). Demikian dikatakan Calon Wakil Wali Kota Depok Afifah Alia, Selasa (24/11/2020).

Depok dengan tagline Kota Depok Unggul, Nyaman dan Religius tapi kenyataannya Kota Depok tidak memiliki Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Negeri serta hanya satu Madrasah Tsnawiyah (MTs) Negeri di Cilodong.

“Miris sekali, 15 tahun PKS berkuasa di Depok, kok nggak mau bangun madrasah negeri. Ada apa? Ini yang jadi pertanyaan kita semua. Selalu alasannya kewenangan pembangunanya ada di Kememang, bukan urusan Depok,” ungkap Afifah.

Menurut Afifah yang berpasangan dengan Calon Wali Kota Depok, Pradi Supriatna, kalau ada kemauan, Pemkot Depok bisa melakukan komunikasi dan usulan ke Kemenag dengan syarat lahannya disiapkan. Untuk itu, jika Pradi-Afifah terpilih bertekad akan membangun MAN, Mts Negeri dan MI Negeri di setiap kecamatan.

“Selama 15 tahun, PKS tidak membangun satu madrasah negeri pun di Kota Depok padahal madrasah negeri di Kota Depok sangat diharapkan, sangat dinantikan oleh seluruh masyarakat Kota Depok. Jagan cuma narasi doang Depok kota reliji dan bernafsu buat Perda reliji tapi implementasinya nggak ada,” tuturnya geram.

Afifah juga mengkritik lawan politiknya, Calon Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono (IBH) yang katanya pengalaman sebagai anggota dewan tapi tidak mengerti cara mendirikan madrasah negeri di Kota Depok.

“Buktikan bahwa Depok kota reliji, jangan cuma narasi-narasi aja, tapi faktanya pembagunan yang dijalankan nggak Islami. Saat Pilkada baru sibuk jualan pembangunan madrasah negeri,” pungkasnya. (PapiI Ipul/Rus)

 150 total views

LEAVE A REPLY