Diskominfo Depok Kembangkan Sejumlah Inovasi untuk Capai 100 Persen Smart City

0
116

www.depoktren.com–Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok terus kembangkan inovasi untuk mencapai target 100 persen smart city. Saat ini, progres pengembangan Smart City di Kota Depok sudah mencapai 75 persen.

“Capaian tersebut berkat sejumlah inovasi yang dilakukan dengan menyesuaikan situasi pandemi Covid-19,” ujar Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono di Balai Kota Depok, Rabu (25/11/2020).

Menurut Sidik, sejumlah inovasi sudah dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam berbagai dimensi yang ada pada program Smart City. Salah satunya, pada dimensi Smart Living atau ekosistem tempat hidup.

“Pada dimensi Smart Living kami mengembangkan wifi Depok Bersahabat yang tersebar di 128 titik. Namun, ketika pandemi dan anak-anak harus melakukan pembelajaran jarak jauh (PJJ), maka dilakukan perluasan infrastruktur menjadi 1.834 titik. Atau dalam satu RW terdapat dua titik wifi untuk PJJ yang banyak ditiru oleh wilayah lain,” jelasnya.

Dia menambahkan, ada aplikasi Kampung Siaga Covid (KSC) atau Pusat Informasi Data Covid-19 Kota Depok (Picodep) juga merupakan keunikan yang dimiliki Depok yang tidak dimiliki kota lain.

“Aplikasi Picodep ini bertujuan untuk mengkomunikasikan informasi dari Satgas Covid-19 Kota Depok ke masyarakat di RW. Dengan menggunakan aplikasi ini, Warga bisa mengakses data yang dibutuhkan untuk mengetahui jumlah terbaru dan sebaran Covid-19 di Kota Depok,” terang Sidik.

Lanjut Sidik, tidak hanya itu, Kota Depok juga mengembangkan Smart Economy. Pada Smart Ekonomi ini, pihaknya mengembangkan pasar online yang bisa diakses melalui aplikasi Whastapp. Selain itu, juga membuka D’Comart di lima titik dan mengembangkan program Swadep atau Swalayan Depok.

“Kami juga sedang mengembangkan market place khusus Kota Depok dengan nama Berjubel atau bertemunya penjual dan pembeli. Nanti mereka secara daring dapat menawarkan produknya. Namun, saat ini masih dalam proses pengembangan,” ungkapnya.

Sidik berharap, rencana aksi yang sudah ditetapkan dapat dicapai 100 persen pada tahun depan. Lalu, agar hal tersebut dapat tercapai seluruh stakeholder diminta untuk meningkatkan kolaborasi.

“Smart City bertujuan menyelesaikan masalah kota secara mandiri dengan melibatkan semua sumber daya yang ada di Kota Depok. Untuk itu, Smart City harus menjadi tanggung jawab bersama, baik dari akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah dan media,” harapnya.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap program Smart City di Kota Depok. Pada monev tersebut dijelaskan progres pengembangan Smart City di Kota Depok sudah mencapai 75 persen.

Menurut Pjs Wali Kota Depok, Dedi Supandi, pihaknya sudah menyampaikan progres Smart City di Kota Depok berdasarkan rencana aksi yang ditetapkan pada 2019, mulai dari program jangka pendek, menengah ataupun panjang dan Khususnya, pada penganganan Covid-19.

“Terdapat sejumlah kendala, salah satunya karena pandemi Covid-19 yang menghambat tercapainya 100 persen, sehingga di tahun ini pengembangan program Smart City berfokus pada penanganan Covid-19,” ujar Dedi.

Menurut Dedi, untuk pengembangan yang lain tetap berjalan dan berharap lebih optimal. Baik penggunaan aplikasi serta integrasi data.

“Jadi tidak hanya One Stop Service, namun juga One Stop Data, baik dari aspek kependudukan, budgeting, perizinan dan kesehatan memiliki data yang terintegrasi,” jelasnya. (Papi Ipul)

 116 total views

LEAVE A REPLY