Diragukan Hasil Rapid Test Idris Saat Ikut Debat di iNews TV

0
184

www.depoktren.com–Sebaiknya para peserta debat publik harus benar-benar ikut menjalani rapid test di RSUD Kota Depok dan hasilnya diumumkan. Jangan sampai peserta hanya bermodalkan surat keterangan rapid test tanpa mengikuti rapid test. Jangan jadi preseden buruk akibat abai hal tersebut dapat mengorbankan semua orang.

Setidaknya, itulah yang diduga terjadi saat Calon Wali Kota Depok, Mohammad Idris terkonfirmasi positif Covid-19. Hasil rapid test Idris diragukan saat hendak mengikuti Debat Publik pertama yang ditayangkan di iNews TV pada Ahad (22/11/2020).

Wakil Ketua DPRD kota Depok, Hendrik Tangke Allo meyakini, Idris tidak terinfeksi pada saat melaksanakan debat kandidat, namun sudah terinfeksi beberapa hari sebelum melaksanakan debat di iNews TV.

“Pelaksanaan debat itu pada Ahad 22 November 2020, lalu Idris melakukan test swab pada Selasa 24 November 2020 dan dinyatakan terkonfirmasi positif dan diumumkan pada Rabu 25 November 2020. Jika menghitung masa inkubasi virus Corona, saya berkeyakinan Idris sudah terinfeksi Covid-19 sebelum ikuti debat,” ujar Hendrik, Senin (30/11/2020)

Dia mengutarakan, setiap kandidat akan dimintakan hasil pemeriksaan tes rapid oleh KPU Kota Depok sebagai salah satu syarat sebelum melaksanakan debat kandidat di televisi.

“Ada kejanggalan hasil rapid test Idris yang disampaikan sebelum debat kandidat pertama berlangsung. Bahkan saya mempertanyakan kebenaran hasil rapid test Idris tersebut,” terang Hendrik yang akrab disapa HTA ini.

Menurut HTA, harus ada keterbukaan informasi sehingga tidak membahayakan orang lain dan semestinya pelaksanaan rapid test harus diketahui publik, jadi jangan hanya membawa surat hasil rapid test yang kemungkinan besar dapat di manipulasi. Jangan lakukan pembohongan publik urusan Covid-19, karena itu akan jadi skandal kejahatan kesehatan.

“Saya meragukan ya, bahkan tidak ada penjelasan hasil test rapid Idris sebagai pejabat publik apalagi sebagai Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok,” ungkap HTA.

HTA mengutarakan sudah menugaskan tim khusus untuk menelusuri kebenaran dan keaslian surat hasil pemeriksaan hasil rapid test Idris-Imam saat di acara debat iNews dan akan meminta data valid hasil rapid test Imam, Pradi dan Afifah untuk syarat ikut debat di Kompas TV pada Senin (30/11/2020), pukul 19.00 WIB.

“Kami tidak main-main, kami meragukan hasil rapid test Idris saat di iNews. Apalagi jika nanti kami temukan fakta telah dimanipulasi, akan kami laporkan baik paslon maupun pihak rumah sakit yang mengeluarkan surat hasil test rapid itu. Infonya ternyata setelah acara di iNews, tidak hanya Idris yang positif, nah ini juga informasinya harus terbuka juga dari timses Idris-Imam, sehingga bisa diantisipasi,” jelasnya.

Seperti diketahui, Idris selaku Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (GTPPC) Kota Depok telah melanggar protokol kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah saat menemui Habib Rizieq Syihab (HRS) di Petamburan, Jakarta, (12/11/2020). Idris diduga terpapar Covid-19 seusai bertemu HRS.

Juru bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemerintah Pusat, Achmad Yurianto memaparkan, virus corona dapat ditularkan melalui droplet atau percikan dari bersin atau batuk orang yang positif Covid-19. Droplet ini bisa terlontar hingga sejauh 1 meter.

Maka untuk keamanan, kita diminta jaga jarak hingga 2 meter dengan orang lain saat beraktivitas di luar rumah. Gejala Covid-19 bisa saja sangat ringan atau tak muncul sama sekali padahal seseorang sudah terinfeksi Corona.

Masa inkubasi adalah periode sejak seseorang terpapar infeksi hingga muncul tanda atau gejala penyakit yang ditimbulkan. Masa ini sangat penting diketahui dalam upaya pencegahan penyebaran pandemi Covid-19.

Orang yang tak sadar dirinya terinfeksi sehingga tak muncul gejala akan dengan mudah menulari orang lain selama masa inkubasi. Karena itulah penting untuk mematuhi aturan jaga jarak guna mencegah penularan.

“Masa inkubasi Covid-19 di Indonesia adalah 5-6 hari. Dengan demikian, kasus positif corona yang dilaporkan pada hari ini sebetulnya merupakan kasus infeksi yang terjadi 5-6 hari sebelumnya,” papar Yurianto.

Berdasar keterangan tersebut, maka sebuah pertanyaan besar jika status positif Covid-19 yang diderita Idris dinyatakan terinfeksi setelah melakukan debat kandidat Pilkada di iNews Jakarta pada Ahad 22 November 2020. (Papi Ipul/Rus)

 184 total views

LEAVE A REPLY