Pecah, Hasil Survei, 20 Persen Kader PKS Pilih Pradi-Afifah

0
251

Foto dokumentasi saat para kader PKS Depok melakukan aksi kampanye pemilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu.

www.depoktren.com–Ingin perubahan Depok, itu yang dijadikan salah satu alasan 20 Persen kader PKS Depok putuskan pilih Pradi-Afifah di Pilkada Depok 9 Desember 2020..Hal tersebut terungkap dari hasil survei Partai Gelora Kota Depok.

“Dari hasil survei yang dilakukan Partai Gelora Depok tercatat 20 persen kader PKS Depok memutuskan memilih Pradi-Afifah lantaran pola kepemimpinan di Kota Depok selama ini dinilai tidak kreatif dan inovatif,” ujar Ketua DPD Partai Gelora Kota Depok, Subhan Rafei, di Kota Depok, Rabu (2/12/2020).

Kemudian juga Wali Kota Depok Mohammad Idris juga dinilai tidak komunikatif sehingga pembangunan di Kota Depok berjalan stagnan. “Dari hasil survei yang kami lakukan ada 20 persen kader PKS Depok yang memutuskan memiih Pradi-Afifah. Alasannya pola kepemimpinan yang sudah dilakukan,” jelas Subhan.

Dia menambahkan bahwa kemungkinan juga banyak kader PKS Depok yang vakum pilihan juga dengan alasan pola kepemimpinan yang sudah dilakukan. Rezim yang berkuasa di Depok selama hampir dua dekake hanya menjadian jabatan Wali Kota Depok sebagai pembuktian kekuatan dan hegemoni politik.

“Rezim saat ini tidak membuktikan kemampuan kerja membangun Kota Depok dan membahagiakan warganya. Kami melihat Wali Kota Depok saat ini miskin inovasi, tidak piawai membangun harmonisasi kerja dan kurang inisiatif dalam merangkul kekuatan potensial yang dimiliki warganya. Seperti berjalan tanpa arah dan minim terobosan,” tutur Subhan.

Adapun program unggulan Pradi-Afifah yang menjadi daya tarik 20 persen PKS yakni RW Membangun: Alokasi hingga Rp500 juta untuk pembangunan di setiap RW di Kota Depok Angkutan Massal & BUMD Transportasi: Penyediaan angkutan massal & integrasi transportasi Depok dengan Jabotabek untuk mengurangi kemacetan di bawah pengelolaan BUMD Transportasi

Lalu, Berobat Gratis: Setiap warga berhak mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di kelas III RSUD dan Puskesmas cukup dengan menunjukkan KTP Elektronik Depok. Meningkatkan insentif untuk RT, RW, LPM, Kader Posyandu & Posbindu. Mal Pelayanan Publik: Layanan pembuatan dokumen kependudukan dan perizinan dilakukan satu atap dengan cepat dan bebas pungli.

Selanjutnya Pasar Sehat & Modern di setiap Kecamatan. Mencetak 10.000 pengusaha baru. Membangun Pusat Kebudayaan Daerah. Insentif Siswa Berprestasi dan Siswa dari Keluarga Ekonomi Tidak Mampu dan Mendorong ekonomi kerakyatan dan UMKM dengan membangun pusat logistik dan bekerjasama dengan online marketplace. (Papi Ipul)

 252 total views

LEAVE A REPLY