Warga Apresiasi Pekerjaan Penurapan Kali Laya, Diharapkan Dapat Atasi Banjir

0
131

www.depoktren.com–Warga bantaran Kali Laya, Kelurahan Tugu, Kota Deok mengapresiasi pekerjaan pembangunan penurapan Kali Laya yang merupakan proyek pembangunan berkelanjutan Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok.

Pekerjaaan penurapan Kali Laya dilakukan CV Marshada serta konsultan suvervisi PT Ardia Mandiri, pembiayaannya bersumber dari APBD Kota Depok sebesar Rp.1.533 miliar dengan masa waktu pelaksanaan 19 November hingga 18 Desember 2020.

Dengan selesainya proyek tersebut, warga yang ada di bantaran kali Laya RW 01, RW 015 dan RW 16 yang terdiri beberapa RT mengadakan acara syukuran dan ucapan terima kasih atas dibangunnya turap sebagai penahan banjir.

Ketua RW 01 Lilik mengatakan warga bersyukur dengan dibangunnya turap Kali Laya dan diharapkan dapat mengurangi dampak banjir di daerah bantaran Kali Laya dan sekitarnya. “Kami mengucapkan terima kasih, pekerjaannya cukup baik,” ucapnya.

Perwakilan LPM Zainal menyampaikan ucapan terima kasih ke pelaksana proyek dari CV Marshanda, Gove Sitompul yang membantu membangunkan lapangan Bulutangkis untuk warga. “Pekerjaan penurapan cukup bagus dan tentu kami berharap pembangunan penurapan dapat berkelanjutan. Tentu diharapkan dapat mengatasi banjir,” harapnya.

Pelaksana dan Penanggung Jawab Pekerjaan CV Marshanda, Gove Sitompul mengaku kaget pekerjaan penurapan Kali Laya mendapat apresiasi warga. “Saya juga mengucapkan terima kasih ke warga yang juga telah ikut berpartisipasi saat berlangsungnya pembangunan, ikut menyediakan makan dan minum ke para pekerja serta juga ikut menuangkan ide dan usulan. Dukungan warga dalam pembangunan seperti ini patut di contoh. Warga harus mendukung adanya pembangunan dan jangan dihalang-halangi apalagi di cari-cari kesalahan dengan niat negatif,” tuturnya.

Konsultan Pengawas PT Ardia Mandiri, Ivan mengutarakan bahwa pihaknya sudah bekerja maksimal memberikan pelayanan yang terbaik sesuai perencanaan yang sudah ditentukan saat mengawasi pekerjaan. “Walaupun ada beberapa perubahan pekerjaan atas permintaan warga, tapi kepentingan yang paling utama, semua pekerjaan kami kerjakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. (Anandya Pradipta/Ruz)

 131 total views

LEAVE A REPLY