Kisah Penyair Asrizal Nur, Lolos dari Musibah Sriwijaya Air SJ182

0
62

www.depoktren.com–Pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak dengan nomor penerbangan SJ182 dikabarkan jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1) pukul 14.40 WIB. Peristiwa yang menelan 50 orang penumpang tersebut membawa duka yang mendalam bagi keluarga korban yang membawa beragam kisah pilu. Namun, ada kisah lain yang dialami penyair Asrizal Nur. Warga Kota Depok ini merupakan calon penumpang pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Kisahnya berawal saat Asrizal bersama istri dan kedua anak gadisnya berencana ke Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). Namun membatalkan perjalanannya karena gagal memenuhi syarat wajib tes Covid-19.

Kisah sujud syukurnya ditulis Asrizal yang di laman facebook miliknya, Ahad (10/1/2021). “Alhamdulilah Allah SWT menolong kami sekeluarga, kalau tidak tentu kita tidak bertemu lagi,” tulisnya.

Asrizal menulis, pada Jumat (7/1), dirinya bersama keluarga, istri dan kedua anak gadisnya akan pergi ke Pontianak untuk bertemu anak lelakinya, Jalaluddin Fauzhi Nur yang sedang berkuliah di IAIN Pontianak. Selain itu, juga akan menghadiri undangan dari para guru se-Pontianak sebagai nara sumber penulisan dan pembacaan puisi.

Tiket pesawat Lion Air menuju Pontianak sudah dibeli, “kami berempat, istri, saya dan dua anak gadis saya menjalani rapid tes antigen di klinik sebagai syarat yang diwajibkan untuk berpergian di masa pandemi Covid-19. Harga perorangannya sebesar Rp 250 ribu yang hampir sama dengan harga tiket pesawat sekali pergi. Hasilnya, keluar surat negatif dan kami langsung menuju Bandara Soekarno-Hatta,” jelas Asrizal yang dikenal penyair serumpun Melayu ini.

Bagi Asrizal, biaya tes Covid-19 cukup memberatkan, namun ada rasa bahagia akan bertemu anak dan keluarga di Pontianak. Sesampai di Bandara Soekarno-Hatta disaat masuk diperiksa, ternyata hasil rapid tes antigen yang dibawa tidak lengkap dan diminta petugas bandara untuk jalani Swab PCR.

“Sempat lama kami berdebat dengan petugas bandara dan kami disuruh menghubungi maskapai penerbangan Lion Air jika diperbolehkan maskapai maka surat akan distempel. Hampir satu jam kami mengurus di maskapai, tapi tetap tak dizinkan masuk pesawat, kami harus mengikuti Swab PCR. Karena kami membeli tiket melalui Traveloka maka mereka suruh kami urus ke Traveloka,” tuturnya.

Lanjut Asrizal, pihak Traveloka tak dapat memberi jawaban kecuali mengatakan tiket keberangkatan hangus. Pesawat pun sudah terbang. “Kami gagal berangkat ke Pontianak. Lalu, kami mencoba mencari informasi untuk mengikuti Swab PCR di bandara. Ternyata harganya mahal sekali, bila hasilnya 24 jam maka biayanya Rp 1,2 juta per orang dan 2×24 jam sebesar Rp 800 ribu per orang,” ungkapnya.

Asrizal bersama keluarga berunding dan memilih ikuti Swab PCR seharga Rp 800 ribu per orang, sekaligus menyesuaikan jadwal penerbangan dengan pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak, Sabtu (9/1), pukul 13.00 WIB.

“Saya dan istri sudah kehilangan semangat, tetapi kedua anak gadis saya masih bersemangat pergi ke Pontianak. Setelah berpikir sejenak, lalu saya memutuskan batal ke Pontianak dan kembali pulang ke rumah,” terangnya.

Akhirnya, Asrizal membatalkan pergi ke Pontianak dengan pertimbangan, biaya yang akan dikeluarkan terlalu mahal, membeli empat tiket dan biaya empat Swab PCR serta biaya penginapan hotel di Bandara Soekarno-Hatta.

“Biaya yang dikeluarkan untuk Swab PCR terlalu mahal dan hasilnya belum tentu sesuai yang diharapkan, rugi uang dan rugi waktu. Jadi, saya putuskan batal berangkat ke Pontianak. Mungkin ada hikmah dari kejadian ini semua. Akhirnya setelah terdampar empat jam di bandara dan tidak jadi menginap di Bandara, kami pun pulang ke rumah dengan rasa kecewa,” tuturnya.

Asrizal kaget mendapat kabar, Sabtu (9/1/2021) pukul 14.40, pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang rencananya akan ditumpanginya bersama keluarga mengalami musibah. Dilaporkan, pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta-Pontianak jatuh dan meledak di kawasan Kepulauan Seribu hanya beberapa saat take off dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

“Sujud syukur kepadaMu ya Allah yang telah menyelamatkan kami. Rasa duka saya yang dalam, atas musibah ini. Semoga arwah korban diterima di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” pungkas Asrizal. (Siska Thresia)

 58 total views

LEAVE A REPLY