Raih Doktor 2,5 Tahun Usai Teliti Reaksi Oksidasi Kolesterol

0
35

www.depoktren.com–Meka Saima Perdani berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) dalam kurun waktu 2,5 tahun. Pada usianya yang masih terhitung sangat muda, 25 tahun, Meka dinyatakan lulus setelah mempertahankan disertasinya yang berjudul “Kinerja Enzim Kolesterol Oksidase Rhodococcus Erythropolis BL21(DE3) dan Streptomyces sp. Terimobilisasi Magnetit Modifikasi untuk Reaksi Oksidasi Kolesterol”.

Sidang terbuka promosi doktor ini dilaksanakan secara daring melalui aplikasi Zoom, pada Jumat (15/1/2021), dengan predikat Sangat Memuaskan, 3.92 dari skala 4.00.

Promovendus berhasil lulus dan tercatat sebagai doktor termuda dan tercepat menyelesaikan pendidikan di FTUI. Ia merupakan doktor ke-53 di Program Studi (Prodi) Teknik Kimia jenjang
doktoral dan doktor ke-387 di Fakultas Teknik UI.

“Selain berhasil meraih gelar doktor dengan predikat terbaik, pengajar kimia di Universitas Pertahanan ini juga telah menulis dan mempublikasikan 14 artikel pada berbagai jurnal internasional yang terindeks scopus,” ujar Kepala Biro Humas dan KIP UI, Dra. Amelita Lusia, M.Si. CPR dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Jumat (22/1/2021).

Topik disertasi Meka adalah pengembangan reaksi oksidasi kolesterol dengan memanfaatkan enzim sebagai sumber biokatalis. Penelitian yang dilakukannya bertujuan untuk membentuk prototipe
biosensor kolesterol melalui reaksi enzimatik, yang mana prototipe ini dapat dimanfaatkan di dunia medis.

Dari hasil penitian yang dilakukan terbukti bahwa Ensim kolesterol oksidase dari
Streptomyces sp terimobikisasi material logam dan enzim rekombinan Rhodococcus Eryhtopolis dapat mengoksidasi kolesterol.

“Topik penelitian ini berhasil dipublikasikan menjadi lima artikel ilmiah yang dipublikasikan pada dua jurnal internasional terindeks Q1 scopus, satu jurnal jurnal internasional terindeks Q2 scopus dan tiga prosiding terindeks scopus,” jelas Amelia.

Dalam menempuh pendidikan doktor di FTUI, Meka mengaku mendapatkan dukungan dari para pembimbing dan promotor. “Atsmosfer pendidikan dan riset di FTUI sangat terasa sekali. Saya memperoleh kesempatan untuk melakukan kolaborasi internasional selama 9 bulan di Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang, untuk menyelesaikan penelitian saya,” ungkap Meka.

Meka diterima di Program Studi Teknik Kimia FTUI dibawah bimbingan promotor Prof. Dr. Heri Hermansyah, M.Eng. dan ko-promotor Dr. Eng. Muhamad Sahlan.

Meka merupakan salah seorang dari 243 peraih beasiswa Program Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) batch III dari RISTEK DIKTI di FTUI. Ia adalah lulusan pertama yang menyelesaikan studi doktoralnya. Beasiswa PMDSU ditawarkan bagi lulusan sarjana terbaik di Indonesia untuk melanjutkan kuliah magister hingga doktoral.

Beasiswa ini diberikan oleh pemerintah dalam rangka untuk meningkatkan kualitas para sarjana sehingga menjadi sarjana yang memiliki daya saing yang cukup kuat. Program beasiswa ini disusun untuk meningkatkan kualitas pendidikan magister yang ada di Indonesia. (Siska)

 35 total views

LEAVE A REPLY