Curhat Wartawan Suara Karya yang Ditolak Dua Kali Ikut Vaksin Covid-19

0
122

www.depoktren.com–Semangat yang luar biasa ingin ikutan vaksin Covid-19 yang diperuntukan untuk kalangan wartawan, seorang wartawan senior dari Suara Karya, Syamsudin Walad harus menelan kekecewaan dua kali. Pasalnya, Syam ditolak karena tensi tubuhnya cukup tinggi alias melewati batas normal.

Wartawan yang akrab disapa Kawan Syam ini terpaksa harus pulang saat mengikuti vaksin Covid-19 yang diinisiasi Dewan Pers di Gelora Bung Karno Jakarta pada Jumat (26/2/2021). “Saat ditensi cukup tinggi, mencapai 200. Jadi nggak lolos, mungkin saya kurang tidur dan kecapean,” ujar Kawan Syam.

Saat Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok membuka pendaftaran vaksin Covid-19 untuk wartawan pada Selasa (2/3/2021), Kawan Syam dengan antusias langsung mendaftar dan melakukan persiapan istirahat yang cukup dan makan-makanan bergizi.

“Tapi, saya kembali ditolak karena tensi mencapai 181, masih jauh dari normal. Gawat, tensi saya masih tinggi,” terang Kawan Syam kecewa yang akhirnya sadar selama ini telah lalai menjaga pola hidup sehat.

Kemudian Kawan Syam curhat di group WA Depok Media Center (DMC). “Mungkin juga saya kurang olahraga dan refresing nih. Mungkin ini juga warning buat saya. Tapi, selain itu saya juga ada turunan, dulu ibu saya meninggal karena jantung, kakak saya juga stroke tensi 300,” tuturnya.

Walau gagal ikut vaksin Covid-19, Kawan Syam tetap mengucapkan terima kasih dengan Dewan Pers dan Diskominfo Kota Depok yang telah memberi kesempatan vaksin Covid-19 buat para jurnalis.

“Meski saya gagal vaksin tapi bisa menyadarkan kita untuk selalu care pada kesehatan dan tidak lalai menjaga pola hidup sehat. Selama ini saya tidak pernah tensi dan merasa fine-fine saja, justru itu kelalaian, jelasnya.

Kalau tidak ada program vaksin, mungkin Kawan Syam tidak mengetahui kondisi tubuh dan tensinya berapa. “Mungkin saya tidak akan tahu tensi saya berapa dan bahkan sempat tinggi mencapai 200. Banyak orang yang nggak tahu kalau tensi tinggi dapat mengalami serangan jantung mendadak dan stroke, karena hipertensi bisa disebut sebgai penyakit silent killer,” ungkapnya.

Curhatan Kawan Syam mendapat beragam komentar dari rekan-rekan wartawan dan Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono.

“Coba berenang, rutin jogging pagi minimal 30 menit, hindari karbohidrat dan gula. Belum terlambat, ayo olahraga. Penyakit genetik itu sebetulnya hanya probabilitas. Yang terpenting adalah jaga kesehatan secara metabolik, keseimbangan antara anabolik dan katabolik,” terang Sidik memberi semangat.

“Kawan Syam sebaiknya harus mulai berolahraga, jangan lupa sholat dan berdoa, murah senyum dan ramah sehingga akan menaikan imun. Ayo tetap semangat,” tutur wartawan Republika, Rusdy Nurdiansyah.

“Ayo Bang Syam kamu bisa, tetap semangat ya Bang. Insya Allah besok sudah bisa ikut vaksin dan tensi nya sesuai yang di harapkan. Aamiin,” tulis wartawan Wahyudin alias Wahyu Gondrong.

Perlu diketahui, untuk alur pemberian vaksin Covid-19 telah ditetapkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yakni alur pendaftaran, skrining dan pemeriksaan kesehatan, pemberian vaksin, serta pemantauan atau observasi selama 30 menit. (Papi Ipul)

 112 total views

LEAVE A REPLY