Aksi Sandi Diduga Modus, Terungkap Ternyata Seorang Pengusaha yang Pernah Bermasalah Hukum

0
160

www.depoktren.com–Aksi Sandi diduga hanyalah modus dan mendompleng kasus yang sudah dilaporkan terlebih dahulu ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok. Dan, terungkap Sandi yang merupakan seorang tenaga honorer di Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) & Penyelamatan Kota Depok ternyata juga tercatat sebagai seorang pengusaha di Komisaris CV Sanboles Leminan Interprice, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengadaan barang/jasa di Kota Depok.

“Kasus ini sudah kami terima laporannya dan sedang proses pengumpulan data. Jadi, tidak ada hubungannya dengan aksi Sandi yang lakukan demo sendirian mengungkap adanya korupsi tersebut,” ujar Kasie Intel Kejari Depok, Herlangga Wisnu Murdianto di Kantor Kejari Kota Depok, Senin (19/4/2021).

Menurut Herlangga, Kejari Kota Depok telah melakukan pendalaman terhadap dugaan korupsi di Dinas Damkar Kota Depok yang dilaporkan pada 31 Maret 2021.

“Kita kerjanya senyap, tanpa viral pun kita sudah bekerja. Karena laporan dari masyarakat itu pada. 31 Maret 2021, sebelum Sandi melakukan aksi, kita sudah jalan. Artinya kita tidak woro-woro karena kita intinya senyap tapi tujuan tercapai,” jelasnya.

Seorang praktisi hukum, Eric Yansen Sihotang seperti dikutip dari Depoknet meragukan aksi Sandi serius mengungkap kasus korupsi tersebut, bahkan menemukan bukti ternyata Sandi bernama lengkap Sandi Butarbutar duduk sebagai Komisaris CV Sanboles Leminan Interprice, sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang pengadaan barang/jasa di Kota Depok.

“Sandi ini punya saham di perusahaan tersebut, sementara di satu sisi juga tenaga honorer di Dinas Damkar. Perusahaan Sandi juga pernah kena kasus dugaan penyelewengan pekerjaan turap di PUPR Depok Tahun 2019 dan Sandi sempat diperiksa Kejari Kota Depok,” jelas Eric

Selama ini publik mengetahui jika Sandi Butar Butar yang juga merupakan anak dari seorang kontraktor Bahtiar Butarbutar seakan-akan menjadi pahlawan dan mendapat Perhatian dan perlakuan khusus oleh berbagai pihak dan mendapat pengacara beken sekelas Razman Nasution, SH yang melakukan jumpa pers di Epicentrum Kuningan Jakarta.

“Jadi peran Sandi Butarbutar ini wajar untuk dipertanyakan masyarakat, karena seolah-olah dialah whistleblower dalam kasus ini, jadi bintangnya, padahal bukan. Ternyata sudah ada elemen masyarakat lain yang lebih dulu masuk melaporkan ke kejaksaan,” tutur Eric.

Pengacara muda ini juga mempertanyakan motif dibalik munculnya figur Sandi Butarbutar yang tampak ditunjukan sebagai sosok yang lugu, polos, terzholimi, dan tanpa muatan kepentingan apapun di belakangnya.

“Padahal dari catatan dan bukti yang ada, saya duga kemunculan Sandi ini punya kepentingan pihak tertentu dibalik aksinya selama ini,” tegas Eric tanpa mau menyebut siapa dibalik peran Sandi tersebut.

Selain itu tambah Eric, dari informasi dan bukti yang diterimanya, perilaku Sandi Butarbutar selama menjadi tenaga honorer di Dinas Damkar sering kali menunjukkan sikap arogan.

“Pernah misalnya suatu hari Sandi mendatangi staf Damkar sambil membawa senjata tajam masuk ke dalam ruangan. Entah apa yang jadi permasalahan, tapi perilakunya tersebut sangat tidak etis sebagai tenaga honorer pemerintah,” ungkap Eric

Eric berharap masyarakat bisa bersikap bijaksana menyikapi kasus dugaan penyelewengan pada Dinas Damkar Kota Depok dan memberikan dukungan penuh kepada aparat penegak hukum untuk dapat segera mengusut dan menuntaskan kasus ini.

“Kita serahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk menjalankan kerja mereka semaksimal mungkin dengan tetap mengedepankan asas praduga tidak bersalah,” harapnya.

Pengacara Sandi, Razman Nasution, SH saat melakukan jumpa pers di Epicentrum Kuningan Jakarta membenarkan orang tua Sandi seorang kontraktor. “Ini nggak fair. Orangtuanya memang seorang pemborong, tapi bukan kategori besar, kontraktor kategori kecil. Diapun dapat kerja dari penunjukan langsung (PL). Nah, kalau ada masalah dengan perusahaan orangtuanya jangan kaitkan dengan Sandi. Dan, orangtuanya mengatakan tidak ada masalah dengan perusahaannya,” tegas Razman seperti dikutip dari Radar Depok TV, Senin (19/4/2021). (KS/SB)

 164 total views

LEAVE A REPLY