Napi Gunakan HP Main FB, Sudah Ketahuan Rutan Cilodong Baru Bertindak

0
147

www.depoktrem.com–Bukan rahasia umum lagi kok, atau lagu lama kaset kusut, kalau para napi di penjara bebas menggunakan HP. Bahkan ada praktik jasa penyewaan.

Jadi, sepertinya, Rutan Cilodong sepertinya ‘pura-pura kecolongan’ setelah narapidana (napi) pencabulan anak di gereja Syahril Parlindungan Marbun ketahuan menggunakan handphone dan main media sosial (medsos) Facebook (FB) dari dalam penjara Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Cilodong, Kota Depok.

Aksi Syahril ketahuan setelah kuasa hukum korban, Azaz Tigor Nainggolan mendapat laporan akun FB Syahril selalu aktif. “Kami sangat menyayangkan hal ini, pelaku pencabulan anak masih bebas main medsos dari balik jeruji penjara,” ujar Tigor dalam keterangannya, Kamis (3/6/2021).

Menurut Tigor, seorang tahanan tidak boleh memiliki atau menggunakan alat komunikasi dari dalam penjara dan itu tertuang dalam aturan, pada Pasal 4 huruf j Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 6 Tahun 2013, tentang Tata Tertib Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara.

“Aturannya jelas, napi dilarang memiliki, membawa dan atau menggunakan alat elektronik, seperti laptop atau komputer, kamera, telepon genggam, pager, dan alat perekam, maupun alat lainnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, napi atau warga binaan yang ketahuan menggunakan alat komunikasi harus diberikan tindakan tegas. ‘Napi dapat dijatuhi sanksi tidak mendapatkan remisi, asimilasi, cuti bersyarat, dan sejumlah ketentuan lainnya. Selain itu, kami juga akan melaporkan ke Dirjen PAS Kementerian Hukum dan HAM,” tegas Tigor.

Seperti sandiwara, atas informasi yang beredar, pihak Rutan Cilodong langsung melakukan sidak ke ruang tahanan Syahrir yang merupakan napi yang mendapat hukuman 15 tahun penjara. “Pelaku kami amankan dan dimitai keterangan serta kamar tahanannya digeledah. Hasilnya, betul, kami menemukan handphone di dalam kamarnya,” terang Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas 1 Depok, Fauzi.

Kemudian, lanjut Fauzi, pihaknya menelusuri asal usul handphone yang digunakan. “Dari hasil pemeriksaan Syahril mendapatkan handphone warisan dari warga binaan yang telah bebas menjalani hukuman,” jelasnya

Ia menambahkan, pihaknya, kemudian memindahkan ruang tahanan Syahril ke tahanan isolasi. “Tidak hanya itu, kami juga akan stop hak-haknya hingga pemberian remisi serta hal lainnya,” tegas Fauzi.

Fauzi membantah, para petugas Rutan membiarkan napi menggunakan handphone. “Aturannya sudah jelas dilarang. Kami juga rutin melakukan pemeriksaan seminggu sekali terhadap warga binaan untuk mencegah masuknya barang berupa handphone ke dalam ruangan tahanan,” tuturnya.

Kepala Rutan Kelas I Cilodong, Kota Depok, Anton mengatakan, pastinya pihaknya akan menindak tegas oknum petugas bila melanggar atau membiarkan masuknya alat komunikasi ke sel tahanan warga binaan.

“Rutan hingga saat ini belum memperbolehkan warga binaan mendapatkan kunjungan. Bahkan, telah menyediakan alat komunikasi untuk warga binaan di bawah pengawasan apabila situasi urgen atau ada sanak saudaranya yang meninggal untuk mendapatkan informasi itu,” terangnya. (Papi Ipul/Rus)

 151 total views

LEAVE A REPLY