SS Bakal Dipergunjingkan Jika Terpilih Kalau Pansel Sekda Tidak Terbuka

0
132

www.depoktren.com–Panitia Seleksi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Depok akan mengumumkan peserta yang akan lolos untuk lanjut di seleksi selanjutnya, pada Selasa (15/6/2021). Namun sebelum pengumuman, Pansel Sekda akan mengadakan rapat dan melihat hasil penilaian dari Uji Kompetensi serta Tes Kesehatan yang telah dijalani peserta.

“Hasil uji kompetensi dan tes kesehatan sudah ada di sekretariat dan akan kami umumkan,” kata Sekretaris Pansel Sekda Kota Depok, Warli.

Ia mengungkapkan, akan ada sebanyak delapan peserta yang lolos untuk ke seleksi selanjutnya. Para peserta cenderung akan diloloskan sampai tingkat akhir, agar tidak bisa menebak-nebak siapa yang akan terpilih tiga nama untuk diteruskan kepada pimpinan Kota Depok. “Kami akan loloskan, tapi kami ada peringkatnya,” ungkap Warli.

Menurut Warli, terkait nilai dan hasil dari tes kesehatan tidak dipublish. “Kalau sudah tiga besar nanti baru angkat diumumkan berdasarkan nilai yang didapat,” tegas Warli.

Delapan orang dalam tahapan seleksi Sekda di antaranya Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Disrumkim) Dudi Miraz, Sekretaris DPRD Depok Kania Parwanti, Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Manto Djorgi, Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Nina Suzana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Sidik Mulyono, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diskarpus) Siti Chaerijah Aurijah, Kepala Badan Kepegawaian Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Supian Suri, dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporyata) Wijayanto.

Dalam pemilihan Sekda Kota Depok kali ini, nama Supian Suri (SS) jadi pengunjingan karena tak lain merupakan kerabat dekat Wali Kota Depok, Mohammad Idris. Untuk itu, SS dinilai belum layak dan tidak etis jika menduduki jabatan Sekda karena aroma KKN nya sangat kental. Jika SS yang terpilih namun hasil seleksinya tidak terbuka maka SS bakal lebih dipergunjingkan lagi dan Wali Kota Depok disibukan menangkis segala macam isu negatif yang berkembang.

“Intinya ya harus terbuka dan diumumkan hasil seleksinya. Transparansi, bertujuan untuk meningkatkan legitimasi seorang Sekda. Dan, yang diuntungkan juga pak Wali Kota kok, dengan keterbukaan ini, artinya tingkat kepercayaan masyarakat akan meningkat,” jelas seorang pengamat sosial politik lulusan Universitas Indonesia (UI) yang juga warga Kota Depok, Willy Purna Samadhi. (Papi Ipul)

 117 total views

LEAVE A REPLY