K3D Bantah Catut Kelompok Ormas Terkait Tudingan Kutip Uang Pedagang di Jalan Juanda

0
156

www.depoktren.com–Komunitas Kampung Kita Depok (K3D) membatah tudingan Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung dalam Pandawa Lima terkait adanya informasi pengambilan kutipan retribusi ke para pedagang yang ada di sepanjang Jalan Juanda Kota Depok.

“K3D tidak pernah mencatut kelompok dan organisasi manapun. K3D sudah ada sejak 2015 untuk melakukan penjagaan, penataan, pengelolaan dan pemanfaatan lahan jalur pipa gas sesuai perjanjian kerjasama dengan PT Pertamina Gas (Pertagas),” ujar Ketua Pembina K3D, Bowo dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Sabtu (19/6/2021).

Menurut Bowo, lahan jalur pipa gas itu merupakan objek vital dan aset negara yang harus diamankan dan dijaga dari segala bentuk gangguan yang diatur dalam UU Keamanan Negara. “Jalur pipa gas adalah salah satu objek vital negara yang harus di jaga dan diperhatikan. Jadi jika tidak punya hak di area tersebut akan berurusan dengan keamanan objek vital negara,” tegasnya.

Ia menambahkan, K3D bersama pedagang bunga disepanjang Jalan Juanda juga melakukan kerjasama UMKM untuk meningkatkan penjualan serta kesepakatan iuran untuk pemanfaatan air, listrik dan kebersihan. “Kami sepakat bersama pedagang untuk adanya iuran air, listrik, kebersihan dan koperasi. Itu hal yang wajar, tanpa paksaan. Iuaran itu dari pedagang untuk pedagang. Listrik dan air itukan bayar, bukan gratisan. Saat ini, kami dan pedagang resah dengan bermunculan orang-orang yang bukan kewenangannya mempertanyakan kesepakatan iuran kami yang nilainya masih dalam batas normal. Mereka kan Ormas dengan nama besar, apa nggak malu mengintimidasi para pedagang kecil,” jelas Bowo.

Lanjut Bowo, pihaknya tidak akan tinggal diam kalau K3D terus-terusan di fitnah dalam berbuat baik menjaga aset negara menjadi hijau dan asri. “Sejak 2015 kami melakukan aktivitas penghijauan tidak ada yang mengusik. Dulu kemana saja, saat Jalan Juanda belum tertata. Intinya, ini karena iri dan saat ini mau enaknya saja, ujung-ujungnya karena uang, mereka berupaya mengambil alih. K3D dan para pedagang tidak tinggal diam dan akan berupaya menempuh jalur hukum, karena K3D punya surat perjanjian yang legal,” paparnya.

Sebelumnya dalam pemberitaan, Ketua Badan Pembinaan Potensi Keluarga Besar (BPPKB) Banten, Nuryadi menuding K3D bikin ulah dengan mencatut nama Organisasi Masyarakat (Ormas) yang tergabung di Pandawa Lima untuk menarik iuran retribusi kepada pedagang di Jalur Juanda Margonda.

Pihak Pandawa Lima melakukan investigasi langsung ke para pedagang guna menanyakan perihal penarikan iuran yang mencatut nama besar Ormas. Hasil dari investigasi Pandawa Lima, tidak ada kutipan retribusi kepada para pedagang dari Ormas.

“Adanya dari salah satu komunitas yaitu K3D yang diketuai oleh Pak Hamid dan Pak Bowo selama keberadaan pelaku usaha yang ada di Jalur Juanda,” ujar Ketua BPPKB Banten, Nuryadi usai melakukan investigasi gabungan dengan berbagai Ormas kepada para pedagang di Jalur Juanda Margonda, Kamis (17/6/2021). (Ris/PI)

 161 total views

LEAVE A REPLY