Pemkot Depok Komit Dorong Pelestarian Lingkungan

0
58

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menekankan terdapat dua hal yang menjadi sorotan dalam pelestarian lingkungan hidup yakni ruang terbuka hijau (RTH) dan polusi. Keberadaan RTH saat ini sudah banyak ditemui di Kota Depok.

“RTH sudah ada, mulai Alun-alun Kota, taman-taman kelurahan, hingga cagar alam yang sudah diserahkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) ke Pemkot Depok,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono di Balai Kota Depok, Senin (21/6/2021).

Menurut Imam, Kota Depok memiliki 23 situ dan tiga sungai besar yang juga dapat dimanfaatkan sebagai RTH. “Kami sedang mengoptimalkan potensi ketiga sungai tersebut yaitu Sungai Pesanggrahan, Ciliwung dan Cikeas agar ke depan bisa menjadi tempat bersantai dan berwisata,” terangnya.

Lanjut Imam, untuk mengurangi polusi baik di udara, darat maupun air di Kota Depok, ke depan pihaknya akan menghadirkan kendaraan ramah lingkungan, khususnya pada angkutan kota (angkot).

“Kami akan bangun monorel atau angkutan kota berbasis tenaga listrik. Dengan demikian, dapat mengurangi polusi udara. Kemudian, pada polusi di darat yaitu sampah, baik organik maupun anorganik di olah karena sampah yang menumpuk di darat ini bisa menyumbat saluran air dan dapat menyebabkan banjir. Lalu mengatasi polusi air, ada sungai dan situ di Kota Depok yang harus di tata dan bersih dari sampah,” jelasnya.

Ia menambhakan, kini Kota Depok memiliki 300 lebih komunitas bank sampah. Tentu diharapkan, keberadaan bnak sampah tersebut mampu membantu pemerintah mengatasi sampah di Kota Depok. “Kami ingin sampah habis di tingkat kelurahan dengan peran bank sampah. Revitalisasi pada organisasi bank sampah Kota Depok juga terus kita lakukan agar perannya bisa lebih optimal,” terang Imam.

Imam menuturkan, ada tiga prinsip atau landasan untuk mengatasi masalah lingkungan kepada Komunitas Bank Sampah Kota Depok. Tiga landasan tersebut ialah ketuhanan, kemanusiaan dan kebangsaan.

“Orang yang ingin terjun di bidang pelestarian lingkungan harus memiliki tiga landasan tersebut. Seperti, orang yang memiliki landasan ketuhanan, maka seseorang itu akan bekerja apapun yang terjadi. Karena Allah memerintahkan kita untuk menjaga lingkungan yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Landasan yang kedua ialah kemanusiaan. Landasan ini terbagi menjadi dua hal, yaitu menjaga lingkungan hidup dan bisnis. “Contohnya ketika kita memilah sampah di lingkungan supaya bisa terurai secara baik dengan memisahkan sampah organik dan anorganik. Dari landasan kemanusiaan pertama kita menjaga lingkungan dan yang kedua kita mendapatkan hasil dari pemisahan dan menjual produk-produk plastik yang kita pilah,” papar Imam.

Selain itu, landasan kebangsaan. Caranya dengan menjaga nama baik bangsa Indonesia dan Pemkot Depok. Jangan sampai Indonesia dikenal sebagai negara pencemar lingkungan hidup di dunia.

“Untuk itu, saya berharap, kepada semua pihak di dalam pelopor peduli lingkungan dapat bekerja sama dengan Pemkot Depok dalam mengelola sampah. Serta menjaga nama baik Kota Depok. Semoga dengan adanya peran kita di Komunitas Peduli Lingkungan ini bisa mempercepat terjadinya penyadaran kepada masyarakat untuk tidak buang sampah. Selain juga bisa merubah pola pikir kita, sampah bukan lagi musibah, karena dapat menjadi berkah,” pungkas Imam. (Risjadin Muhammad)

 68 total views

LEAVE A REPLY