Waspadalah, Pemerintah Pusat Umumkan Depok Zona Merah

0
212

www.depoktren.com–Penyebaran virus Corona (Covid-19) mengganas dan tak terkendali di Kota Depok. Hampir di semua wilayah di 11 kecamatan di Kota Depok memiliki risiko tinggi penularan Covid-19.

Untuk itu, Satgas Penanganan Covid-19 Pusat mengumumkan secara resmi Kota Depok resmi berstatus zona merah Covid-19 pada Selasa (29/6). “Satgas Penanganan Covid-19 Pusat mengumumkan status zona merah Covid-19 melalui 14 indikator. Skor Kota Depok dalam penilaian zonasi juga turun dari 1,93 menjadi 1,8,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana dalam siaran pers yang diterima depoktren.com, Selasa (29/6/2021).

Menurut Dadang, dengan kondisi tersebut, Satgas Penanganan Covid 19 Kota Depok dengan ini menyampaikan hal hal sebagai berikut yakni terus memperkuat pelaksanaan PPKM Mikro dan melakukan langkah langkah mikro lockdown bagi RT Zona Merah atau area yang berdasarkan pertimbangan Satgas KSTJ/Satgas Kelurahan/Satgas Kecamatan perlu dilakukan mikro lockdown.

Sejak April 2021, Kota Depok berstatus zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan Covid-19.

Puncak gelombang pertama kasus Covid-19 di Depok terjadi pada 30 Januari 2021. Saat itu, 5.011 pasien dilaporkan menjalani isolasi maupun perawatan di rumah sakit. Jumlah tersebut merupakan angka tertinggi selama pandemi Covid-19.

Dibutuhkan 10 bulan yakni terhitung dari Maret 2020 hingga Januari 2021, Kota Depok mencapai puncak tertinggi kasus Covid-19. Akibat lonjakan kasus itu, seluruh rumah sakit di Depok penuh, pasien Covid-19 harus antre untuk dirawat di rumah sakit.

Beberapa pekan kemudian, kasus Covid-19 di Depok mulai melandai. Depok menorehkan jumlah pasien Covid-19 terendah sejak September 2020, yakni hanya 978 pasien pada 19 Mei 2021.

Namun, Depok kembali mencapai puncak tertinggi kasus Covid-19 pada Juni 2020 atau lima bulan sejak puncak gelombang pertama. Kenaikan kasus harian dimulai pada 26 Mei 2021, di mana jumlah pasien Covid-19 di Depok yang mulanya stagnan di kisaran 1.020-1.040 pasien sehari, menjadi 1.099 pasien.

“Jadi untuk mencegah penularan Covid-19, perlu ditingkatkan penerapan protokol kesehatan (prokes) bagi setiap individu warga dan prokes di tempat-tempat umum. Tetap berada di rumah, kecuali untuk kepentingan mendesak dan kedaruratan,” terangnya.

Lanjut Dadang, pelaksanakan kebijakan pengetatan Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sebagaimana tertuang dalam Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/263/Kpts/Dinkes/Huk/2021, yang berlaku sampai dengan 5 Juli 2021. (Ruzka Azra Muhammad)

 224 total views

LEAVE A REPLY