Kejari Depok Menerima Penetapan Tersangka Lurah Suganda Terkait Pelanggaran PPKM

0
289

www.depoktren.com–Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok menerima berkas Pelanggaran Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat dari penyidik Polrestro Depok di Kantor Kejari Kota Depok, Selasa (6/8/2021).

Lurah Pancoranmas, Suganda ditetapkan sebagai tersangka dengan diserahkannya Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Satreskrim Polres Metro Depok kepada Kejaksaan Negeri Kota Depok.

“Jadi hari ini Selasa 6 Juli 2021, Kejari Depok telah menerima SPDP Nomor B/194/VII/Res.1.24/2021/Reskrim Polres Metro Depok atas nama tersangka S,” ujat Kepala Kejari Kota Depok Sri Kuncoro di Kantor Kejari Depok, Selasa (6/7/2021).

Menurut Sri, atas kasus kerumunan hajatan tersebut, Lurah Pancoranmas S dijerat dengan pasal 14 UU Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan atau pasal 212 dan 216 KUHP.

“Lurah S ditetapkan tersangka terkait dengan dugaan tindak pidana pelanggaran protokol kesehatan, kerumunan masyarakat, dan atau tidak mematuhi perintah atau permintaan yang dilakukan Undang Undang sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 14 UU No 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular dan atau pasal 212 dan 216 KUHP,” jelasnya.

Seperti diberitakan depoktren.com, menerima kiriman dua video pada hari Sabtu 3 Juli 2021. Dalam video tersebut Suganda mengadakan acara resepsi pernikahan anaknya disaat pemberlakuan PPKM Darurat yang terlihat kerumunan orang-orang berjoget yang kemudian viral di media sosial (medsos).

“Jadi perkara yang saat ini sedang dilakukan penyelidikan oleh Polrestro Depok awal mulanya itu. Tentang video viral tamu hajatan di rumah S berjoget joget ria di depan panggung organ tunggal yang diduga tak mengindahkan perintah PPKM Darurat tentang kerumunan hajatan,” jelas Sri.

Setelah menerima SPDP, Kajari Depok akan segera menunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk menangani perkara ini dan segera berkoordinasi dengan penyidik Polrestro Depok. “Ada 5 JPU yang kami tunjuk menangani perkara ini yaitu Kasie Pidum Arief sebagai ketua tim, bersama Ivan, Ardhi, Bungo dan Charles,” tegas Sri.

Lanjut Sri, rencananya, pihaknya akan mempergunakan acara pemeriksaan singkat sebagaimana diatur dalam pasal 203 KUHAP. “Kenapa kita ajukan singkat, karena kita menganggap bahwa pembuktian dan penerapan hukumnya itu mudah dan sederhana,” ucapnya.

Lurah Pancoran Mas, Suganda (54) mengaku adanya hajatan puteri pertamanya di rumahnya di Jalan Haji Syuair RT 01 RW 02 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. “Sudah mematuhi protokol kesehatan. Itu semua sesuai aturan pada kegiatan pesta pernikahan, penerapan prokes serta tamu undangan telah disesuaikan dengan aturan yang berlaku dirumahnya, tamu yang hadir dibatasi 30 orang,” terangnya.

Proses akad nikah yang dilaksanakan pada, Sabtu 3 Juli 2021 itu berjalan dengan lancar dan dihadiri sebanyak 30 orang keluarga inti, atau sesuai dengan aturan yang ada.

“Akad nikah pada pukul 10.30 WIB resepsi pernikahan dilangsungkan, pada bada Dzuhur jam 12.00 WIB saya stop dulu mengikat sebelah mesjid, dan berakhir pada jam 15.00 WIB,” tegas Suganda.

Lanjut Suganda, terkait dengan adanya joged bersama dalam kegiatan pernikahan itu, merupakan bentuk tradisi dari keluarga besannya. Suganda sebenarnya juga tidak mengundang keluarga besan dalam prosesi penting itu. Dia hanya berharap keluarga inti besan yang mengikuti acara ini.

“Awalnya juga tidak mengetahui bakal ada peristiwa tersebut. Saya sempat kaget dan menanyakan hal itu. Ya, itu inisiatif besan kami, mereka menari upacara adat sebagai bentuk perpisahaan pengantin pria. Besan kami kan dari luar Jawa, kami tidak mengundang mereka, yang kami inginkan kehadirannya secara langsung itu calon mempelai pria dan keluarganya saja, orang tua dalam hal ini. Pada aksi joget itu, hanya keluarga besannya yang mengikuti. Tapi kami sebenarnya juga tidak tahu, itu spontanitas saja. Durasinya pun hanya tujuh menit saja,” jelasnya.

Jika itu dianggap salah, Suganda mengaku salah karena tidak ada niatnya membuat acara pernikahan yang melanggar prokes. “Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada atasan kami, Wali Kota Depok dan Wakil Wali Kota Depok, Pak Camat, serta Kepala BKPSDM Kota Depok,” pungkasnya. (Risjadin Muhammad)

 279 total views

LEAVE A REPLY