Langgar PPKM Darurat, Lurah Suganda Mengaku Salah dan Minta Maaf, Tidak Ada Niat

0
179

www.depoktren.com–Lurah Pancoran Mas, Suganda (54) yang viral karena melakukan hajatan pernikahan di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat meminta hak klarifikasi mengenai kejadian tersebut di kantor Kelurahaan Pancoranmas.di Jalan Perumahan Puri Depok Mas Jalan raya Sawangan Depok, Selasa (6/7/2021).

Lurah Suganda mengaku adanya hajatan puteri pertamanya di rumahnya di Jalan Haji Syuair RT 01 RW 02 Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. “Sudah mematuhi protokol kesehatan. Itu semua sesuai aturan pada kegiatan pesta pernikahan, penerapan prokes serta tamu undangan telah disesuaikan dengan aturan yang berlaku dirumahnya, tamu yang hadir dibatasi 30 orang,” terangnya.

Proses akad nikah yang dilaksanakan pada, Sabtu 3 Juli 2021 itu berjalan dengan lancar dan dihadiri sebanyak 30 orang keluarga inti, atau sesuai dengan aturan yang ada. “Akad nikah pada pukul 10.30 WIB resepsi pernikahan dilangsungkan, pada bada Dzuhur jam 12.00 WIB saya stop dulu mengikat sebelah mesjid, dan berakhir pada jam 15.00 WIB,” tegas Suganda.

Suganda menegaskan, kegiatan sudah sesuai aturan yang ada. “Terkait dengan adanya joged bersama dalam kegiatan pernikahan itu, awalnya juga tidak mengetahui bakal ada peristiwa tersebut. Saya sempat kaget dan menanyakan hal itu. Ya, itu inisiatif besan kami, mereka menari upacara adat sebagai bentuk perpisahaan pengantin pria. Saya juga kaget, tapi nggak berlangsung lama, itu murni dadakan, tidak ada rencana di acara,” tuturnya.

Aksi yang berujung viral di media sosial , merupakan bentuk tradisi dari keluarga besannya. Suganda sebenarnya juga tidak mengundang keluarga besan dalam prosesi penting itu. Dia hanya berharap keluarga inti besan yang mengikuti acara ini.

“Besan kami kan dari luar Jawa, kami tidak mengundang mereka, yang kami inginkan kehadirannya secara langsung itu calon mempelai pria dan keluarganya saja, orang tua dalam hal ini.
Pada aksi joget itu, hanya keluarga besannya yang mengikuti. Tapi kami sebenarnya juga tidak tahu, itu spontanitas saja. Durasinya pun tujuh menit ya, dan di tempat acara nikah yang sebanyak 20 orang,” ungkapnya.

Jika itu dianggap salah, Suganda mengaku salah karena tidak ada niatnya membuat acara pernikahan yang melanggar prokes. “Saya atas nama pribadi meminta maaf kepada atasan kami, Wali Kota Depok dan Wakil Wali Kota Depok, Pak Camat, serta Kepala BKPSDM Kota Depok,” pungkasnya. (Risjadin Muhammad)

 152 total views

LEAVE A REPLY