Digelar Webinar Dampak PPKM Terhadap Perkembangan Industri di Indonesia

0
132

www.depoktren.com–Pandemi Covid-19 yang sedang terjadi di seluruh dunia dan ditambah dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, membuat sektor-sektor di Indonesia mengalami kerugian yang besar. Dalam menyiasati hal itu, brand-brand dari semua industri pun kian berlomba-lomba untuk beradaptasi dengan sejumlah strategi yang tergambar jelas dalam data percakapan di media sosial.

Dalam kesempatan kali ini, Isentia ingin membagikan hasil analisa terbaru kami pada Webinar dengan bertajuk “IN THE KNOW : Understanding Trends As Critical For Cultural Organization Success”. Data dalam laporan Trendspotting ini diambil dari database media digital dan percakapan sosial kami pada tahun 2021 mengenai beberapa industri yang berjuang di masa pandemi ini.

Webinar ini akan diadakan pada 26 Agustus 2021 pada pukul 14.00-15.00 WIB. Turut hadir dalam acara tersebut, Ms. Lady Ochel selaku Regional Insights Manager for Emerging Markets, Southeast Asia serta Ms. Syaz Yusof selaku Client Solution Director SG and ID.

Selain itu, dihadiri pula oleh Ibu Amelia Nur Oktavia selaku Accounts Manager ID, Bpk Deddy Hermawan selaku Accounts Manager ID, Ibu Desy Fitriani selaku Business Development Manager ID, Bpk Yudha Prawira selaku Senior Business Development Manager ID, dan Ms. Jessica Aditya selaku Insights Manager ID.

Berikut beberapa temuan utama yang perlu disoroti:

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Brand di Industri Ritel di Indonesia
Dengan adanya pandemi yang terasa tak kunjung selesai, kini industri ritel di Indonesia kian berlomba-lomba untuk menarik pelanggan yaitu salah satunya dengan menjadi One-Stop Shopping dengan menyediakan berbagai layanan.

Dampak Brand Industri Makanan dan Minuman di Indonesia

Industri Makanan dan Minuman yang merupakan salah satu sektor yang terkena dampak paling besar dari pandemi COVID-19. Dari restrukturisasi model bisnis hingga perombakan brand secara keseluruhan. Kini setelah berbagai macam cara dilakukan di masa pandemi, bisnis makanan dan minuman telah menemukan cara untuk menyesuaikan dan mempertahankan mata pencaharian mereka. Saat ini, berkolaborasi dengan public figure menjadi salah satu cara untuk ‘menarik’ perhatian para pelanggan.

Industri Maskapai Penerbangan Di Tengah Pandemi COVID-19 di Indonesia

Transformasi bisnis ke digital adalah salah satu upaya yang perlu diambil oleh maskapai penerbangan untuk bertahan dan berkembang sebagai bisnis sampai perjalanan dan penerbangan tidak lagi kaku dan sulit, dari segi proses. Dengan promosi, sementara ini menarik mata dan telinga masyarakat, dan tindakan pencegahan ekstra terkait pandemi telah melahirkan kebutuhan dan langkah-langkah keamanan yang berbeda ketika orang-orang berani keluar, apalagi naik pesawat.

Industri Telekomunikasi di Indonesia

Pandemi membuat peran industri telekomunikasi semakin penting dari sebelumnya. Ketika orang harus menjauh satu sama lain, industri telekomunikasi membuat mereka tetap terhubung secara digital. Peran penting Telco di era rata-rata baru membuka peluang, tetapi pada saat yang sama juga menimbulkan persaingan yang lebih ketat.

Dampak Brand Industri Perhotelan di Indonesia

Di masa pandemi COVID-19, penerapan protokol kesehatan yang tepat menjadi hal terpenting untuk menjaga agar penyebaran virus tetap rendah. Untuk itu, pemerintah bahkan menggelar sertifikasi kebersihan, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (CHSE) di industri perhotelan. Oleh karena itu, industri perhotelan harus memberikan perhatian ekstra terhadap masalah protokol kesehatan ini. Kegagalan untuk melakukannya berarti pelanggaran hukum, publisitas buruk dan sentimen negatif untuk brand.

Webinar akan dilaksanakan pada:
Tanggal: 26 Agustus 2021
Waktu: 14.00-15.00 WIB
Link untuk pendaftaran: http://bit.ly/IDWEB21

Untuk pertanyaan terkait, silakan menghubungi Lithasya (lithasya.lukman@isentia.com) atau info.asia@isentia.com dan brand@isentia.com. (Ruzka Azra Muhammad)

 132 total views

LEAVE A REPLY