Kejagung Tangkap Warga Depok yang Mengaku Jaksa, Lakukan Aksi Tipu Rp 2 M

0
155

www.depoktren.com–Aparat Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Jateng) menangkap Rully Nuryawan (53) yang merupakan jaksa gadungan. Rully yang merupakan warga Cinere, Kota Depok diduga melakukan penipuan terhadap seorang warga Jawa Barat (Jabar) hingga Rp 2 miliar.

Rully ditangkap sekitar pukul 03.30 WIB di sebuah hotel di Semarang, Selasa (24/8/2021). Saat ditangkap, Rully sempat mengelak dan berkilah bila dirinya bukan orang yang dicari, namun setelah diinterogasi akhirnya mengaku dan dibawa ke Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jateng.

Tim kejaksaan turut mengamankan mobil Rully. Dari dalam mobil, aparat mendapati kartu identitas palsu petugas Kejaksaan Agung RI dan Keluarga Besar Putra-Putri (KBPP) Polri.

Direktur Ideologi Politik Hukum dan Hankam Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Kejagung, Johny Manurung mengatakan pihaknya mendapatkan laporan dugaan penipuan yang dilakukan oleh Rully pada Senin (23/8/2021) siang. Pihaknya pun langsung menyelidiki laporan tersebut.

“Kita dapat laporan aduan Senin siang kemarin. Terus kita dalami, lokasinya kita dapat, ya sudah kita jalan dan tangkap pelaku di Semarang pagi ini,” kata Johny, Selasa (24/8/2021).

Kasubdit Pengamanan Sumber Daya Organisasi Jamintel Kejakgung Atang Pujiyanto mengatakan Rully menipu Asep, warga Jabar dengan modus menjanjikan proyek pemeliharaan aplikasi switching baru di Bank Jabar senilai Rp 40 miliar.

Menurutnya, Rully yang mengaku Jaksa Utama lantas meminta uang muka sebesar Rp 2 miliar kepada Asep dan langsung diberikan.

“Jadi modusnya, Rully ini mengaku Jaksa Utama atau Jaksa Bintang slSatu nawarin proyek di Bank Jabar senilai Rp 40 miliar. Ia minta uang muka untuk jasa Rp 2 miliar dan langsung diberikan korban,” terang Atang.

Ia menyebut korban mulai curiga karena selama 6 bulan proyek yang dijanjikan Rully tak kunjung terealisasi. Korban sempat meminta uangnya kembali, namun tak direspons.

“Itu korban dan tersangka ketemu transaksi pada September 2020 lalu. Korban curiga, 6 bulan proyek yang dijanjikan tak ada kabar, terus minta uangnya kembali. Tapi Rully justru sudah tak bisa dihubungi lagi sehingga membuat korban akhirnya melapor,” tutur Atang.

Jamintel Kejakgung masih bakal mengembangkan kasus dugaan penipuan ini karena diduga Rully tak menjalankan aksinya seorang diri. (Papi Ipul)

 160 total views

LEAVE A REPLY