PPKM Depok Diperpanjang, Ada Kemungkinan, Bioskop, Kafe dan Karaoke Boleh Buka

0
89

www.depoktren.com–Pemerintah Kota (Pemkot) Depok kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di perpanjangan hingga 13 September 2021. Kepastian tersebut setelah keluarnya Keputusan Walikota (Kepwal) No : 443/395/Kpts/Satgas/Huk/2021.

Selain itu, regulasi mengenai perpanjangan PPKM Level 3 di Depok juga sudah dibuat melalui Keputusan Walikota Depok Nomor : 443/395/Kpts/Satgas/Huk/2021 Tentang Perpanjangan Kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3 Corona Virus Disease 2019 mulai berlaku 7 September hingga 13 September 2021.

Dalam aturan perpanjangan PPKM Level 3 tersebut ada sejumlah kelonggaran yakni tempat wisata tertentu boleh buka dan kafe, restoran/rumah makan dengan lokasi yang berada dalam gedung/toko tertutup yang berada pada lokasi tersendiri dapat menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50 persen , satu meja maksimal dua orang, dan waktu makan maksimal 60 menit dengan mengikuti protokol kesehatan (prokes) yang ketat.

“Restoran dan kafe wajib menggunakan aplikasi pedulilindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai,” ujar Juru Bicara (Jubir) Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana di Kota Depok, Kamis (8/9/2021).

Ia menambahkan, fasilitas umum yang meliputi area publik, taman umum, tempat wisata umum dan area publik lainnya masih ditutup sementara. Akan tetapi pihaknya akan melakukan uji coba prokes untuk tempat wisata tertentu dengan ketentuan mengikuti yang diatur Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

“Wajib juga menggunakan aplikasi pedulilindungi untuk melakukan skrining terhadap semua pengunjung dan pegawai. Namun, untuk anak 12 tahun ke bawah dilarang untuk memasuki tempat wisata selama dilakukan uji coba. Daftar tempat wisata yang akan mengikuti uji coba ini ditentukan Kemenkraf,” jelas Dadang.

Lanjut Dadang, untuk kegiatan seni, budaya, dan sosial kemasyarakatan di tempat seni, budaya, dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian serta kerumunan ditutup sementara. kecuali untuk pengisi acara paling banyak tiga orang pelaku seni.

“Untuk perhotelan non penanganan karantina dapat beroperasi dengan kapasitas paling banyak 50 persen staf. Esensial pada sektor pemerintahan mengikuti ketentuan teknis yang dikeluarkan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan (sekolah) dilaksanakan secara daring, sebagai persiapan Pertemuan Tatap Muka Terbatas,” paparnya.

Lalu, kelonggaran juga diterapkan bagi pelaku usaha warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan prokes yang ketat sampai dengan pukul 21.00 WIB, dengan maksimal pengunjung makan 50 perse dari kapasitas dan waktu makan maksimal 60 menit.

Sedangkan untuk kompetisi sepak bola Liga 1 dapat dilaksanakan maksimal sembilan pertandingan setiap minggunya, diperkenankan dengan ketentuan sebagai berikut, seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung wajib menggunakan aplikasi pedulilindungi untuk melakukan skrining terhadap orang yang keluar masuk pada tempat pelaksanaan kompetisi dan latihan.

“Pelaksanaan kompetisi tidak diperbolehkan menerima penonton langsung di stadion, kegiatan menonton bersama oleh supporter juga tidak diperbolehkan. Seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung yang hadir dalam kompetisi wajib sudah memperoleh vaksinasi dosis kedua, hasil negatif PCR H-1 dan hasil negatif Antigen pada hari pertandingan. Pelaksanaan kompetisi liga 1 wajib mengikuti aturan prokes yang ditentukan oleh Kemenkes dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI),” tutur Dadang. (Papi Ipul)

 94 total views

LEAVE A REPLY