Kasus Vinny Lanjut Diproses Polrestro Depok, Naik ke Tahap Penyidikan

0
80

www.depoktren.com–Aparat penyidik Polres Metro (Polrestro) Depok lanjuti proses kasus pelarangan yang dialami wartawan Warta Kota, Vinny Rizki Amelia oleh Mc Donalds Margonda, setelah cukup lama mandek. Dan, Polrestro Depok telah resmi kasusnya naik ke tahap peyidikan.

“Kami telah menerima kabar bahwa kasus telah naik ke tahap penyidikan per 2 September 2022 lalu,” ujar Kuasa Hukum pelapor, Pahrur Dalimunthe, Jumat (10/9/2021).

Lebih lanjut, hal tersebut sesuai dalam Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Nomor B/255/IX/Res.1.24/2021/Reskrim, tertanggal 2 September 2021.

Meningkatnya kasus ini membuktikan jika benar terjadi adanya pelarangan peliputan yang telah mencederai Undang Undang Pers, sebab profesi jurnalis dilindungi undang undang selama penugasannya. “Selanjutnya penyidik akan mencari bukti-bukti untuk menentukan tersangka,” terang Pahrur.

Ia menambahkan dengan direspon cepat kepolisian menunjukan kalau polisi berpihak pada kebebasan Pers di Indonesia serta sesuai dengan arahan Presiden Jokowi untuk membuka ruang ke media seluasnya dalam peliputan dan pemberitaaan terkait pandemi Covid-19.

“Jelas ya instruksi itu. Kami sangat terima kasih pada pihak kepolisian yang diyakini akan serius selesaikan kasus ini,” tegasnya.

Ia berharap agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan, sehingga pihak yang telah melanggar ketentuan undang undang pers dapat dijerat hukuman. Hal ini agar tidak terjadi kejadian serupa yang menimpa profesi jurnalis

“Tolong dituntaskan. Jangan berlarut atau lama, karena semua sudab jelas dan ada, baik saksi sampai bukti,” ungkap Pahrur.

Sebelumnya tim kuasa hukum meminta kepada pihak kepolisian Polres Metro Depok memberi atensi terhadap kasus pelarangan Vini saat meliput kerumunan pembelian produk BTS yang terjadi di McDonalds, Jalan Margonda, Kota Depok. Hal itu dilaporkan juga ke PWI Kota Depok.

Ketua PWI Kota Depok Rusdy Nurdiansyah mengecam keras perlakuan pihak McDonald’s terhadap wartawan yang sedang menjalankan tugas. “Saya mengecam keras, apalagi ini terjadi dan dialami oleh seorang wartawan wanita,” kata Rusdy.

Ia meminta polisi cepat memproses kasus ini untuk menjadi pembelajaran bagi semua pihak agar saling menghargai profesi masing-masing. “Mari bersatu melawan kekerasan, intimidasi, dan pelarangan kepada jurnalis oleh siapa pun yang mencederai demokrasi,” tegasnya. (Risjadin Muhammad/Papi Ipul)

 79 total views

LEAVE A REPLY