Keberadaan Tol Desari Dongkrak Pertumbuhan Harga Rumah di Sawangan

0
115

www.depoktren.com–Harga rumah di Sawangan terus tumbuh secara positif. Pertumbuhan ini didorong oleh tingginya kebutuhan akan hunian sedang luas lahan ibukota terus menipis dan harganya pun kian tak terjangkau. Selain itu juga, keberadaan Jalan Tol Depok-Antasari (Desari) mendongrak pertumbuhan harga rumah di kawasan Sawangan.

Kota-kota penyangga ibukota seperti Tangerang Selatan, Bekasi, atau Depok memang bisa jadi lokasi pilihan hunian. Tapi harganya juga sudah cukup lumayan. Padahal asal mau geser sedikit saja banyak kawasan hunian yang potensial di masa depan yang layak dipertimbangkan. Dan Sawangan adalah salah satunya.

Pergerakan harga rumah di Sawangan terus tumbuh secara positifkarena belakangan pembangunan infratruktur Kota Depok mulai mengarah ke Sawangan setelah kawasan ‘élit’ Margonda, Kota Depok, mulai jenuh.

Ya, Sawangan kini menjadi sunrise location untuk area Kota Depok. Dan bisa dibilang, masa depan Kota Depok kini ada di Sawangan. Setidaknya ada dua alasan mengapa Sawangan menjadi primadona bagi para pencari properti residensial.

Pertama, akses jalan, lantaran letaknya yang berada di perbatasan antara Parung (Kabupaten Bogor), serta bersebelahan dengan kawasan yang sudah mapan seperti Jakarta Selatan dan juga Tangerang Selatan, kawasan yang perkembangannya juga sangat pesat. Selain itu telah ada Jalan Tol Desar yang hanya ditempuh setengah jam perjalanan tiba di Jalan Antasari Jakarta.

Sawangan juga punya banyak fasilitas yang menjadikannya nyaman untuk dijadikan pilihan lokasi hunian, mulai dari fasilitas pendidikan hingga kesehatan.

Kedua, dari sisi harga yang masih di bawah Tangerang Selatan, apalagi Jakarta Selatan. Tambah lagi, Sawangan juga punya banyak fasilitas yang menjadikannya nyaman untuk dijadikan pilihan lokasi hunian, mulai dari fasilitas pendidikan hingga kesehatan.

Menurut catatan rumah.com Property Index, median harga rumah di Sawangan, Kota Depok, terus bergerak positif sejak Q1 2018 hingga Q1 2019. Tercatat di Q1 2018 median harganya berada di Rp6,35 juta per meter persegi dan kemudian di Q2 2018 naik sebanyak 4,80 persen atau menjadi Rp6,65 juta per meter persegi.

Berbeda dengan kawasan penyangga Ibukota lainnya, rata-rata properti yang ada di Sawangan memang dibeli oleh para pengguna akhir (end user) sehingga kenaikan nilai propertinya terkesan lambat. Namun meski terkesan lambat, pergerakannya sangat positif karena terus naik sejalan perkembangan pertumbuhan infrastruktur di kawasan ini.

Lihat saja di Q3 2018, median harganya kemudian naik lagi menjadi Rp6,88 juta per meter persegi. Dan yang menarik, menutup tahun 2018 atau di Q4 median harga rumah di Sawangan melonjak naik hingga 7,58 persen. Dan di Q1 2019 ini sudah mencapai Rp7,50 juta per meter persegi.

Saat ini situasinya juga cukup tepat untuk segera membeli rumah di kawasan ini karena banyaknya penawaran spesial dan potongan harga yang ditawarkan pengembang. Apalagi bila proyek jalan tol Serpong-Antasari selesai maka dapat dipastikan harga properti juga akan terderek naik dan otomatis memberi nilai investasi yang menggiurkan.

Dan harus diakui, seluruh perumahan di wilayah ini mengalami kenaikan yang cukup tinggi selama dua tahun terakhir seiring pesatnya perkembangan proyek infrastruktur. Untuk potensi sewanya, rumah satu lantai umumnya bisa disewakan Rp15 juta-Rp20 juta per tahun.

Sementara itu, Rumah.com Property Index mencatat bahwa kenaikan rumah di kawasan Depok mencapai 5 persen per tahunnya.

Tertarik untuk punya rumah di daerah Sawangan karena punya potensi investasi yang menggiurkan?. (Ruzka Azra Muhammad)

 122 total views

LEAVE A REPLY