Kasus Cabul Biarawan Gereja di Depok, Terungkap Juga Aksi Dilakukan di Toilet

0
68

www.depoktren.com-Terungkap terdakwa kasus pencabulan biarawan di salah satu panti asuhan gereja di Kota Depok, Lukas Lucky Ngalngola alias Bruder Angelo kerap melakukan aksinya cabulnya di toilet dan juga di angkutan kota (angkot). Hal itu diutarakan kuasa hukum korban, Judianto Simanjuntak, Sabtu (18/9/2021).

Korban adalah anak dari Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani yang didirikan oleh Angelo pada 2017. Angelo adalah anggota dari Kongregasi Blessed Sacrament Missionaries of Charity (BSMC) yang berbasis di Filipina. Berkat izin BSMC, Angelo mendirikan Yayasan Kencana Bejana Rohani pada 2015.

Rencananya, sidang perdana kasus pencabulan anak tersebut akan digelar dengan agenda pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Rabu (22/9). Dalam perkara tersebut ada satu korban dan tiga saksi korban yang saat ini berusia 13 tahun, 17 tahun dan 18 tahun.

“Salah satu kasus pelecehan Bruder Angelo yang terungkap adalah tindakan pelecehan di dalam toilet kantin pecel lele. Ketika itu, Bruder Angelo sedang makan bersama korban di kantin tersebut. Korban yang masih berusia di bawah umur kemudian diajak ke toilet,” jelas Judianto.

Lanjut Judianto, selain itu, pencabulan juga pernah dilakukan di dalam angkot. Ketika itu, Bruder Angelo dan beberapa anak asuhnya di panti tersebut hendak mencukur rambut. Aksi pencabulan dilakukan di dalam angkot menuju tempat cukur rambut.

“Ketika teman-teman korban sedang cukur rambut, mereka berdua masih di dalam angkot. Di situlah kesempatannya, tapi ada saksi yang melihat itu, si sopir angkot. Bruder Angelo juga kerap melancarkan aksinya di Panti Asuhan Kencana Bejana Rohani,” tuturnya.

Menurut Judianto, Bruder Angelo juga dijuluki ‘kelelawar malam’ oleh anak-anak panti asuhan, karena selalu menggunakan baju serba hitam saat menjalankan aksi cabulnya ke anak-anak yang sedang terlelap tidur.

“Aksi cabul Bruder Angelo terungkap ketika salah satu korban melapor ke polisi pada 9 September 2019. Bruder Angelo ditangkap dan sempat dibebaskan karena kurangnya cukup bukti. Namun, berkat desakan warga, Bruder Angelo akhirnya mendekam di penjara, dan kasusnya segera disidangkan pada Rabu 22 September 2021,” paparnya. (Papi Ipul)

 67 total views

LEAVE A REPLY