BNN Ajak PWI Depok Ikuti Workshop Penguatan Kapasitas Insan Media Dukung Terwujudnya Kota Tanggap Ancaman Narkoba

0
90

www.depoktren.com–Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok mengajak Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok berdiskusi dalam Focus Group Discussion (FGD) atau workshop
Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN) terkait peran pers dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba yang akan berlangsung di Wisma Hijau Cimanggis, Kota Depok, Selasa (21/9)

Adapun yang menjadi narasumber dalam acara tersebut yakni Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Depok, Manto, Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah dan Pengamat Media, Kesit Handoyo. Adapun peserta dari kalangan wartawan dan humas instansi di Kota Depok.

Rujukan dalam workshop tersebut yakni Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Peraturan Presiden Nomor 47 Tahun 2019 tentang Perubahan Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional, Instruksi Presiden Nomor 02 Tahun 2020 tentang Rencana Aksi Nasional P4GN Tahun 2020-2024, Peraturan Badan Narkotika Nasional Nomor 6 Tahun 2020 tentang Organisasi dan Tata Kena Badan Narkotika Nasional Provinsi dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten/Kota dan Program Kena Sie P2M BNN Kota Depok Tahun Anggaran (TA) 2021.

“Berdasarkan rujukan diatas, bahwa dengan makin maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Indonesia, perlu adanya ketanggapan dan seluruh pihak,” ujar Sub Koordinator P2M BNN Kota Depok, Purwoko, Senin (20/9/2021).

Lanjut Purwoko,.guna mengatasi permasalahan tersebut. Untuk itu, BNN RI merumuskan sebuah kebijakan Kabupaten/Kota Tanggap Ancaman Narkoba (KOTAN), dimana kebijakan ini nantinya akan mengelaborasi dan memobilisasi potensi seluruh stakeholder di suatu Kabupaten/Kota, untuk bersama-sama melaksanakan upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), guna menciptakan lingkungan yang bersih dari narkoba.

“Berkenaan hal tersebut, maka sebagai tindak lanjut dari kegiatan Rakor Pendampingan dan Pembinaan KOTAN yang telah dilaksanakan pada Selasa, 7 September 2021, BNN Kota Depok melaksanakan kegiatan Workshop Penguatan Kapasitas Kepada Insan Media untuk Medukung Terwujudnya Kota Tanggap Ancaman Narkoba,” jelasnya.

Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah mengatakan,media massa memiliki kekuatan dalam mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

“Narkoba menjadi musuh kita bersama, bukan hanya BNN dan kepolisian tetapi semua pihak. Salah satu yang terpenting media massa. Para wartawan harus juga memiliki tanggungjawab moral dengan memainkan peran dan fungsi edukasi melalui tulisan tentang bahaya narkoba bagi kesehatan fisik dan jiwa. Penulisan dibuat minimal setiap satu minggu sekali,” ujar Rusdy.

Menurut Rusdy, Kota Depok, saat ini bukan lagi sebagai daerah transit peredaran narkoba tapi sudah menjadi tempat peredaran narkoba. “Saat ini Depok sudah menjadi tempat peredaran narkoba. Itu dapat diketahui dari data kasus hukum narkoba. Sebanyak 1.500 narapidana di Rutan Cilodong Depok, 900 narapidana terjerat kasus peredaran narkoba,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Kota Depok dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Berdasarkan data Polres Metro (Polrestro) Depok, kenaikan sudah terjadi sejak 2017 hingga 2020. “Kasus hukum narkoba, pada 2017 ada 339 kasus, 2018 sebanyak 344 kasus, 2019 sebanyak 357 kasus, dan 2020 sebanyak 374 kasus,” jelas Rusdy.

Oleh karena itu, lanjut Rusdy, dalam langkah penanggulangan penyalahgunaan narkoba diperlukan pengembangan dan pembinaan tanggap ancaman narkoba yang bisa memberdayakan masyarakat sehingga mandiri dan dapat menciptakan lingkungan yang bersih narkoba. “Memang sebaiknya masyarakat dilibatkan untuk dibentuk Satgas Penanggulangan Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba di tingkat RT, RW, kelurahan dan kecamatan,” tuturnya. (Risjadin Muhammad)

 86 total views

LEAVE A REPLY