15 Tahun Berkuasa, Wali Kota Depok dari PKS Tak Mampu Bangun Trotoar, Terburuk se-Indonesia

0
320

www.depoktren.com–15 Tahun Berkuasa, Wali Kota Depok dari PKS sejak zaman 10 tahun Nur Mahmudi hingga 5 tahun Mohammad Idris tak mampu membangun trotoar.

Kota Depok dinilai kota paling fakir se-Indonesia atau terburuk untuk soal urusan trotoar. Kota Depok disebut tak memiliki trotoar yang inklusif dan merata di berbagai tempat.

“Selalu saya bilang, kota Jabodetabek yang paling fakir trotoarnya itu Kota Depok. Kalau dibandingkan dengan kota-kota di seluruh Indonesia pun, Kota Depok itu di pinggirnya Ibu Kota, itu paling fakir juga sebenarnya,” ujar Ketua Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus, seperti dikutip dari Kompas, Jumat (26/11/2021).

Kritikan Alferd sudah sejak 10 tahun lalu, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Depok seakan tak pernah peduli. “Kota-kota lainnya di Indonesia selalu ada pembangunan trotoar meskipun berskala kecil. Nah, kalau peningkatan fasilitas pejalan kaki di Kota Depok ya kalau untuk raportnya itu di bawah 5. Jauh banget. Kalau bisa saya bilang itu antara 2 rapornya Kota Depok,” tambah Alfred yang juga berstatus warga Kota Depok itu.

Alfred menyebutkan, tak ada trotoar yang bisa digunakan untuk penyandang disabilitas dan lansia. Ia pun meragukan status Kota Depok sebagai kota, lantaran tak memiliki fasilitas publik berupa trotoar yang inklusif.

“Karena label kota itu kan tidak hanya dilihat dari skala manusianya yang tinggal, tapi juga dilihat dari sustainability kotanya di mana ruang-ruang publiknya itu diutamakan. Makanya peradaban sebuah kota itu bisa dilihat dari fasilitas publiknya salah satunya trotoar,” tambah Alfred.

Ia berharap Kota Depok bisa membangun fasilitas publik berupa trotoar yang ramah untuk penyandang disabilitas, ibu hamil, dan lansia. Alfred sendiri masih menemukan trotoar yang dilapisi keramik di Kota Depok.

“Pembangunan fasilitas publik berupa trotoar (pakai keramik) untuk membahayakan warganya sebenarnya itu. Karena di Permen PU itu sudah diatur yang namanya kekesatan permukaan infrastruktur agar si alas kaki yang kita gunakan itu tidak terpeleset pejalan kakinya,” harap Alfred.

Pantauan di lapangan, trotoar di Kota Depok setidaknya bisa dilihat di Jalan Margonda Raya. Kondisi trotoar banyak terokupasi oleh parkir.

Selain itu, trotoar juga sebagian telah rusak, hancur dan berlubang. Trotoar dengan paving blok berwarna kuning.

Tak jarang, trotoar di sepanjang Jalan Margonda Raya kerap digunakan juga untuk parkir liar dan tempat berjualan pedagang kaki lima (PKL).

Pemerintah Kota (Pemkot) Depok saat ini telah memulai pengerjaan penataan trotoar di Jalan Margonda Raya. Pengerjaan mulai digarap pada segmen I sisi barat dan timur, dari Balai Kota hingga batas Jalan Siliwangi dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok dengan nilai Rp 2,5 miliar.

Selain trotoar yang dipercantik dan diperlebar, inlet saluran juga ditata ulang. Rencananya, revitalisasi trotoar ini akan dilengkapi dengan jalur sepeda di atasnya. Selama ini, jalur sepeda di Jalan Margonda Raya kerap dipakai untuk parkir motor.

“Banyak motor parkir di jalur sepeda sehingga mereka mengeluh kepada kita. Jalur sepeda nanti dinaikkan ke trotoar, ke atas, supaya yang ingin naik sepeda lebih aman jalurnya,” ujar Wakil Wali Kota Depok, Imam Budi Hartono yang merupakan kader PKS yang tampaknya serius menggarap trotoar di Jalan Margonda.

Warga Kota Depok tentu berharap kepemimpinan Wali Kota Depok dapat serius membangun Kota Depok terutama memperhatikan pembangunan jalan baru, penataan trotoar dan jalan di Jalan Margonda dan Jalan Juanda serta jalan lainnya yang nyaman, hijau dan asri serta ramah lingkungan.

Semoga Imam Budi Hartono dapat mewujudkan semuanya itu. (Papi Ipul)

 337 total views

LEAVE A REPLY