Sekolah Relawan Hadirkan Lembaga Riset Kerelawanan Pertama di Indonesia

0
137

www.depoktren.com–Sekolah Relawan hadirkan Lembaga Riset Kerelawanan Pertama di Indonesia: Institute for Volunteering Studies (IVOS). Hal itu dilakukan dalam rangka memperingati International Volunteer Day 2021.

“Sekolah Relawan merilis sebuah lembaga riset yang diberi nama IVOS dalam kegiatan memperingati International Volunteer Day 2021. Kegiatan tersebut diselingi dengan Talk Show bertema “Everyone can be a Volunteer, Every Volunteer is a Researcher,” ujar CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto saat kegiatan yang dilaksanakan di Gedung Rabbani Depok, Sabtu (4/12/2021).

Adapun narasumber yang ikut mengisi kegiatan tersebut adalah Dr. Ety Rahayu. Ia merupakan Ketua Program Sarjana Departemen Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP UI.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diramaikan oleh Enung Azizah Mulyawati, selaku praktisi kepemimpinan dan kepemudaan (Rumah Kepemimpinan), dan Bayu Gawtama selaku praktisi kemanusiaan dan kerelawanan (Founder Sekolah Relawan). Sesi talk show dipandu oleh Ahmad M. Syarif selaku Direktur Akademi Komunitas Nusantara.

Menurut CEO Sekolah Relawan, Dony Aryanto, kerelawanan menjadi salah satu kegiatan yang diminati oleh masyarakat Indonesia. Tingkat partisipasi kegiatan kerelawanan di Indonesia mencapai 60 persen.

“Angka tersebut jauh lebih tinggi dari semua negara dan tiga kali lipat lebih besar dari rata-rata tingkat partisipasi kerelawanan dunia (CAF 2021),” terangnya.

Lanjut Dony, tingginya partisipasi dan kegiatan kerelawanan di Indonesia, tidak dibarengi dengan hasil kajian ataupun penelitian kerelawanan.

“Guna mengisi kekosongan tersebut, Sekolah Relawan berinisiasi membentuk sebuah Lembaga kajian kerelawanan di Indonesia bernama Institute for Volunteering Studies (IVOS),” jelas Dony.

Tujuan dibentuknya IVOS sendiri adalah dapat menjadi pusat kajian dan riset kerelawanan untuk pengembangan kerelawanan di Indonesia.

“IVOS dibentuk dengan jiwa anak muda yang kreatif. Hasil riset disajikan secara modern, dan terbuka untuk kolaborasi bersama organisasi kerelawanan di Indonesia. Hal tersebut selaras dengan identitas IVOS, yaitu Youth, Creative, Modern, and Collaborative,” jelasnya.

Sementara itu, Dr. Ety Rahayu, mengapresiasi adanya IVOS. Ia menilai, kajian dan pengembangan isu-isu yang berkaitan dengan kerelawanan masih minim dilakukan.

“Saya berharap, kajian dari para relawan dapat memberikan sumbangsih atau kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat. Saya kira ini hal yang positif ya, jadi ada lembaga kerelawanan yang bersifat nasional yang mengkaji dan mengembangkan isu-isu yang terkait dengan kerelawanan,” harapnya. (Boy/Risjadin Muhammad)

 144 total views

LEAVE A REPLY