PT NWP ‘Ngamuk’, Hampir Semua Mall di Depok Mau Dibeli, Ratusan Orang Terancam PHK

0
1414

www.depoktren.com–Disaat roda perekomian terpuruk, dunia bisnis dan investasi lesu akibat dampak dari sudah dua tahun berlangsungnya pandemi Covid-19, PT Nirwana Wastu Pratama (NWP) justru ‘mengamuk’, mengumbar-umbarkan uang dengan mengincar dan membeli puluhan pusat perbelanjaan atau mall di seluruh Indonesia. Tak terkecuali mall-mall yang ada di Kota Depok.

Investasi bisnis besar-besar dari PT NWP membuat banyak orang bertanya-tanya soal strategis bisnis yang dijalankan di saat pandemi Covid-19 belum benar-benar pulih. Kecurigaan lainnya muncul, kemungkinan ada dugaan money laundry.

Dikutip dari kontan.co.id, PT NWP menjelaskan telah menyiapkan dana yang cukup fantastis yakni Rp 2,8 triliun untuk mendukung target pembelian 30 mall dalam masa waktu 3 tahun, sejak 2019 hingga 2022.

Sumber dana sebesar US$ 200 juta berasal dari Korean Teachers’ Credit Union (KTCU), CITIC Securities One-Belt-Road (CSOBOR) Fund, dan Warburg Pincus. NWP Retail mendapatkan pinjaman pada Februari 2019 lalu. Selain itu, mereka juga mengandalkan dana dari pemegang saham.

PT NWP Retail merupakan cucu usaha PT City Retail Developments Tbk melalui PT City Malls Indonesia dengan kepemilikan 32,48 persen per 31 Maret 2019. Saham NWP Retail selebihnya adalah milik perusahaan ekuitas swasta bernama Warburg Pincus LLC.

Lokasi incaran ekspansi PT NWP Retail justru di ada kota lapis kedua dan ketiga, tak terkecuali di luar Jawa. “Kami tidak ingin bangun mal hanya ramai di awal tapi kemudian sepi hanya karena memaksakan ada di kota besar,” terang Indra Febriansyah, Creative Marketing Manager PT NWP Retail.

Lanjut Indra, pusat perbelanjaan PT NWP Retail hadir dalam tiga bendera menurut segmen pasar yang dibidik. Segmen teratas yakni The Park dengan nilai investasi lebih dari Rp 200 miliar. Sementara Citi Mall menyasar segmen di bawahnya dengan investasi kurang lebih Rp 200 miliar. “Lalu, segmen terbawah menjadi target Citi Plaza dengan nilai investasi terkecil,” terangnya.

Head of Commercial Marketing PT NWP Retail, Teges Prita Soraya mengatakan bahwa semua planning proyek-proyek tetap akan dilanjutkan. Pihaknya juga masih berencana mengakuisisi mall atau pusat perbelanjaan.

“Pada masa pandemi Covid-19 saat ini pengembang pusat perbelanjaan atau mall tak diizinkan untuk membangun oleh pemerintah.
“Jadi kami stop dulu membangun pusat perbelanjaan dan plan akusisi kami untuk pusat perbelanjaan, ada yang sedang develop dan masih develop,” tuturnya seperti dikutip dari voi.id beberapa waktu lalu.

Dia menambahkan, salah satu alasan utama investasi pusat perbelanjaan adalah market Indonesia yang besar dan peluang cerah pasca pandemi Covid-19. Apalagi, di Asia Tenggara, negara yang berpotensi menjadi tujuan investor adalah Indonesia.

“Investor luar negeri Indonesia itu masih diajak bermimpi, karena mungkin di luar Asia Tenggara, tidak buruk walaupun mereka harus mencoba investasi di Indonesia. Mereka masih berfikir mungkin ini saatnya beri investasi Indonesia supaya nanti pada saat pandemi Covid-19 selesai secara infrastruktur kami sudah siap,” papar Teges.

Dalam keterangan resmi, CEO NWP Retail, Timothy Daly mengatakan bahwa akuisisi tersebut menandai tonggak sejarah dalam ekspansi perusahaan yang agresif. “Akuisisi tersebut akan memperkuat posisi perusahaan di pasar-pasar kunci di kota tingkat 1 dan 2 di Indonesia,” jelasnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Selain itu, Daly juga mengatakan bahwa perusahaan akan terus menjajaki potensi akuisisi dengan harga menarik dan proyek-proyek lainnya di seluruh Indonesia. “Sejumlah proyek pusat perbelanjaan lain juga sudah masuk dalam jadwal target operasional PT NWP. Kami yakin prospek pusat perbelanjaan masih menjanjikan,” terangnya.

Berdasarkan data dan informasi yang dirangkum depoktren, mall-mall yang sudah diakuisisi yakni Mall Cirebon Super Block, Borneo Citimall Pangkalan Bun, The Park Solo, Borneo Citimall Ketapang, Citimall Dumai Riau, Citi Plaza Bogor, Citi Plaza Kotabumi Lampung, Central Plaza Bandar Lampung, Citimall Cianjur, Citimall Tuban Bali, Duta Plaza Denpasar Bali, Citimall Garut, The Park Bengkulu dan yang terheboh membeli mall-mall milik Lippo Group yakni salah satunya, Pejaten Village Jakarta Selatan.

PT NWP juga berinvestasi di Kota Depok, melalui The Park Sawangan, kemudian membeli Cimanggis Square, Citi Plaza Margonda dan D’Mall Margonda. Lalu juga, hampir semua pusat perbelanjaan yang ada di Kota Depok menjadi incaran untuk dibeli yakni Pesona Square, Detos, Cinere Mall dan ITC.

Untuk D’Mall Margonda, proses pembelian baru saja berlangsung pelepasan kepemilikan dari PT Propindo Sedayu (Sedayu Group) yang juga memiliki saham Hotel Santika dan Margonda Residence (Mares) 3, 4 dan 5 ke PT NWP. Diperkirakan 150 tenaga kerja terancam di PHK.

“Saat ini sedang berlangsung perhitungan pembayaran pajak dan proses perijinan ke Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Surat pemberitahuan pergantian kepemilikan juga sudah diberitahu ke penyewa atau tenant di D’Mall,” ujar salah seorang sumber karyawan D’Mall yang tak bersedia disebutkan namanya

Lanjut karyawan tersebut, total ada 150 tenaga kerja D’Mall yang terancam di PHK. “Saat ini proses perhitungan pembayaran PHK sedang berlangsung. “Kami minta Pemkot Depok turun tangan untuk mengawasi proses PHK sesuai peraturan. Tapi, kami justru berharap tidak ada PHK,” harapnya. (Mus/Papi Ipul/Aris)

 1,426 total views

LEAVE A REPLY