Relawan Idris-Imam Berikan Saran Kritikan PDIP Tak Perlu Ditanggapi karena Tanpa Bukti

0
192


www.depoktren.com–Mencuatnya kritikan Sekjen DPP PDIP Hasto terhadap kebijakan dan capaian pembangunan di Kota Depok serta mencuatnya penolakan kader-kader PKS terhadap kenaikan BBM yang menyulitkan secara ekonomi bagi masyarakat kecil, seharusnya tidak perlu ditanggapi langsung oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris.

“Sebenarnya cukup ditanggapi oleh pejabat yang terkait dan atau cukup ditanggapi oleh para tim relawan setia Idris-Imam saja. Karena Hasto disinyalir hanya tau tentang Kota Depok dan hanya tau tentang PKS Kota Depok saja tanpa berpandangan secara luas diluar Kota Depok,” ujar Tim Relawan Idris-Imam, Kasno dalam siaran pers yang diterima, Senin (19/09/2022).

Lanjut Kasno, itupun pandanganya Hasto masih salah yakni selama 20 tahun Kota Depok belum membuktikan adanya pencapain pembangunanya yang cukup berarti. “Jika Kota Depok tidak mencapai pembangunan sesuai harapan masyarakat sudah dapat dipastikan PKS tidak akan dipilih dan tidak akan mampu berkuasa selama 4 periode di Kota Depok,” terangnya.

Menurut Kasno, dari kritik Hasto tersebut hendaknya Wali Kota Depok, Mohammad ldris tidak lantas terpancing yang kedudukanya jauh diatas dari segi pengalaman, pendidikan sebagai seorang doktor.

“Hanya membuang buang waktu saja menanggapi krtikan sekelas Sekjen DPP PDI dan tidak berkaca dengan kinerja para pimpinan maupun para kader-kader PDIP di setiap momen Pilkada di Kota Depok. Selama 4 periode berturut turut PDIP Depok masuk kotak alias kalah perebutan kursi kepemimpinan dari tangan PKS di Kota Depok,” tuturnya.

Maka dari itu masukannya, lanjut Kasno lagi, saran dan kritikan Tim Relawan Idris-Imam ke Hasto, yang seharusnya mampu membina para pimpinan dan para kader-kadernya di Kota Depok merebut kursi kekuasaan. “Bukan malah sebaliknya menelan pil pahit kalah dan kalah lagi yang juga sangat berpotensi kekalahan secara poltik PDIP Kota Depok di 2024 mendatang,” tegasnya. (RuzkaNews)

 199 total views

LEAVE A REPLY